Jelang Puncak Haji, Jemaah Mendapat Fasilitas Kasur, Bantal dan Selimut di Arafah

Ketua Kloter BPN-9, Muh. Syamsu Nursi memerlihatkan kondisi tenda yang akan ditempati jemaah haji asal Sulteng, untuk melaksanakan Wukuf di Arafah pada puncak haji tahun ini. FOTO: IST.

MAKKAH, MERCUSUAR – Jelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), panitia bersama petugas haji tengah mempersiapkan sejumlah fasilitas yang akan diberikan kepada jemaah haji, sebagai penunjang pelaksanaan ibadah.

Salah satunya terkait tenda yang akan ditempati jemaah pada pelaksanaan Wukuf di Arafah. Ketua kelompok terbang 9 Embarkasi Balikpapan (BPN-9), Muh. Syamsu Nursi mengabarkan, pihaknya bersama para petugas kloter lainnya serta pihak Maktab 73 telah melakukan peninjauan lokasi yang akan ditempati jemaah asal Provinsi Sulteng di Arafah, pada Senin (18/5/2026).

“Alhamdulillah, hasil pantauan petugas kloter, kesiapan pihak Maktab boleh dibilang sudah mencapai di atas 90 persen, tinggal merapikan beberapa hal yang harus dibenahi. Secara keseluruhan, tenda di Arafah dan Mina sudah siap ditempati jemaah pada pelaksanaan puncak haji nantinya,” kata Syamsu melalui pesan suara WhatsApp, Selasa (19/5/2026).

Ia menyebut kondisi tenda di Arafah maupun Mina dalam keadaan sangat baik, dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara atau air conditioner (AC). Selain itu, jemaah juga akan mendapatkan fasilitas lengkap untuk mendukung kenyamanan beribadah.

“Di dalam tenda setiap jemaah mendapat kasur, bantal dan selimut. Selain itu, ada tambahan dari pihak Maktab yakni air zam-zam dua botol untuk tiap jemaah,” ungkap Syamsu.

Selain itu, sejak di Arafah setiap jemaah juga akan langsung dibekali kantongan berisi batu-batu yang akan digunakan pada sesi pelontaran jamarat.

Syamsu menyebut, seluruh jemaah haji asal Sulteng akan berada di lokasi yang saling berdekatan. Pihak Maktab 73 menyediakan total enam tenda untuk jemaah asal Sulteng. Pada pelaksanaan haji tahun ini, jemaah haji asal Sulteng berada pada kloter BPN-9, BPN-10, BPN-11, BPN-12 dan BPN-13.

“Suatu kesyukuran kita, rata-rata tendanya cukup besar bisa menampung 350-an jemaah, ada juga yang menampung di atas 250 jemaah. Dengan melihat kondisi tersebut, sangat memungkinkan pelaksanaan Wukuf berjalan dengan tertib. Tahun ini pelayanannya sangat baik buat jemaah berada di Arafah,” tuturnya.

Adapun pelaksanaan Wukuf di Arafah dijadwalkan pada 9 Zulhijah 1447 H atau bertepatan pada Selasa, 26 Mei 2026. Sehari sebelumnya, yakni pada Senin (25/5/2026) sekira pukul 08.00 waktu setempat, seluruh jemaah asal Sulteng akan dijemput di hotel mengunakan bus menuju tenda di Arafah untuk persiapan pelaksanaan wukuf.

Usai Wukuf, atau setelah salat Magrib, jemaah lalu dipersiapkan menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit, dan pada pukul 00.00 waktu setempat kembali diarahkan naik bus menuju tenda di Mina.

Syamsu juga mengungkapkan, pada tahun ini pemerintah membagi dua kelompok jemaah pada periode Armuzna. Untuk jemaah yang masuk kategori lanjut usia (lansia) atau yang dinilai tidak memiliki kemampuan fisik yang baik akan diberikan kemudahan melalui skema murur, atau diperbolehkan tidak lagi melaksanakan mabit di Muzdalifah.

“Pihak Maktab akan mengantar jemaah dari Arafah langsung menuju Mina, tidak lagi mabit di Muzdalifah. Sementara kelompok kedua, yakni jemaah berusia muda atau yang fisiknya kuat tetap melaksanakan mabit di Muzdalifah. Untuk pelontaran jamarat di Mina, jemaah asal Sulteng, khususnya BPN-9 disepakati mengambil nafar tsani, pada 11, 12, dan 13 Zulhijah,” tandas Syamsu. IEA

Pos terkait