MAKKAH, MERCUSUAR – Jemaah haji diingatkan tidak terlalu memaksakan tenaga, untuk menjalankan ibadah harian di Masjidil Haram, mengingat kondisi cuaca yang cukup panas saat ini.
Ketua Kelompok Terbang (Kloter) 9 Embarkasi Balikpapan (BPN-9), Muh. Syamsu Nursi menerangkan, pihaknya terus menyampaikan imbauan tersebut kepada jemaah, agar dapat menghemat tenaga sehingga dapat menjalankan ibadah puncak haji dengan maksimal.
“Kami selalu mengimbau kepada seluruh jemaah untuk tidak terlalu forsir tenaga untuk melaksanakan salat di Masjidil Haram, mengingat cuaca yang saat ini di Makkah dalam kondisi cukup panas,” ujar Syamsu melalui pesan suara WhatsApp, Selasa (12/5/2026).
Ia menambahkan, hingga hari keempat berada di Makkah, seluruh jemaah kloter BPN-9 yang berasal dari berbagai daerah di Sulteng, menjalankan rangkaian kegiatan ibadah harian dengan lancar, baik di Masjidil Haram maupun di Musala hotel.
Syamsu menyebut pihaknya bersama tim kesehatan juga secara berkala melaksanakan pemantauan intensif dengan rutin mengecek kondisi jemaah di kamar masing-masing, terutama memantau kondisi jemaah yang termasuk kategori lanjut usia (lansia).
“Alhamdulillah, jemaah tertangani dengan baik oleh tim kesehatan, secara keseluruhan dalam kondisi sehat-sehat walaupun ada satu-dua orang yang mengalami gangguan kesehatan ringan, semuanya dalam penanganan tim kesehatan kloter,” tandas Syamsu.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sulteng, H. Muchlis Aseng menyampaikan hingga Selasa (12/5/2026), total jemaah haji bersama petugas asal Sulteng yang diberangkatkan ke Arab Saudi berjumlah 1.072 orang, terdiri dari tiga kloter yakni BPN-9, BPN-10 dan BPN-11.
Adapun Kloter BPN-12 dijadwalkan berangkat menuju Arab Saudi dari Embarkasi Balikpapan pada Rabu (13/5/2026). Sementara Kloter BPN-13 yang merupakan rombongan terakhir asal Sulteng dijadwalkan berangkat menuju Arab Saudi pada Jumat (15/5/2026).
“Alhamdulillah, Kloter BPN-11 sudah berangkat menuju Jeddah tadi (Selasa) pagi,” kata Muchlis.
Ia menyebut, terdapat enam orang yang tanazul (tertunda). Tiga di antaranya dirawat di RSUD Kanujoso Balikpapan, sementara dua lainnya merupakan mahram dari dua jemaah yang dirawat. Jemaah tersebut akan diberangkatkan bersama kloter lainnya, setelah hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan kondisi istitaah (mampu/layak) berangkat.
Sementara jumlah jemaah yang dinyatakan batal berangkat pada tahun ini bertambah menjadi dua. Hal itu setelah jemaah atas nama Harjan Harun dari kloter BPN-9 dinyatakan tidak istitaah oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan bidang kesehatan.
“Beliau ternyata hasil pemeriksaannya tidak istitaah, sehingga harus ditunda keberangkatannya pada tahun ini, dan hari ini (Selasa, 12/5/2026) dikembalikan ke Palu, berdasarkan keputusan dari PPIH Embarkasi bidang kesehatan,” pungkas Muchlis. IEA






