Literasi Kunci Pembuka Jendela Pengetahuan

Sekkab Sigi, Nuim Hayat (kiri) saat membuka Festival Literasi, di Gedung Ampera Desa Mpanau, Kamis (20/8/2026). FOTO: SANAJI/MS

SIGI, MERCUSUAR – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sigi, Nuim Hayat membuka Festival Literasi 2026, di Gedung Ampera Desa Mpanau Kecamatan Sigi Biromaru, Kamis (20/8/2026).

Dalam sambutannya, Nuim mengatakan penyelenggaraan festival tersebut memiliki peran dan tujuan yang sangat strategis, bukan sekadar ajang perayaan, melainkan media efektif untuk mempromosikan fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar dan sumber informasi masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan budaya baca dan meningkatkan tingkat literasi di tengah tengah kehidupan masyarakat.

Menurutnya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis kata. Namun menjadi kunci pembuka jendela pengetahuan, pemikiran kritis dan Inovasi.

Ia berharap, Festival Literasi menjadi momentum untuk menghidupkan ruang baca publik, mendukung pegiat dan komunitas literasi, melestarikan kearifan lokal dan membudayakan literasi di masyarakat.

Sementara itu, Bunda Literasi Sigi, Hj. Siti Halwiah menyampaikan penghargaan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sigi, pemerintah kecamatan dan desa, serta Bank Indonesia (BI) dan Apersi atas kepedulian dalam mendukung kegiatan tersebut.

Menurutnya, literasi di mata seorang ibu bukan sekadar perkara mengeja huruf atau menuntaskan lembaran teks.

“Literasi lebih mendalam dari itu, yakni proses menumbuhkan kebiasaan berpikir mulia, mengasah rasa empati, serta membekali anak anak kita dengan wawan hidup,” tegas Halwiah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi, Imron Noor dalam laporannya mengatakan Festival Literasi dilaksanakan dalam rangka meningkatkan budaya literasi masyarakat, menumbuhkan minat membaca dan menulis, memperluas wawasan aparatur dan pelajar, serta mengasah kecakapan pengetahuan masyarakat di Kabupaten Sigi.

Festival tersebut dilaksanakan pada 20—22 Agustus 2026, dengan peserta terdiri dari pelajar SMP/MTs, SMA/MA sederajat, ASN, perangkat daerah, serta masyarakat umum dan pegiat literasi se-Kabupaten Sigi. Sementara narasumber dan dewan juri berasal dari akademisi, tokoh literasi nasional/daerah, praktisi dan pegiat literasi. AJI

Pos terkait