MOROWALI, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) membuka Sekolah Lansia Kabupaten Morowali dengan tema “Belajar Sepanjang Hayat, Sehat di Usia Senja, Bermakna untuk Sesama”, di salah satu hotel di Morowali, Kamis (1/10/2026).
Kepala Dinas DP3AP2KB Morowali, Nursia menjelaskan Sekolah Lansia merupakan salah satu program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, yang bertujuan memberikan ruang bagi lanjut usia untuk tetap belajar, berbagi pengalaman, menjaga kesehatan, meningkatkan kemandirian, serta aktif dan produktif di usia senja.
“Sekolah Lansia bukan berarti kembali ke sekolah seperti saat kita muda. Kegiatan ini menjadi tempat untuk belajar, berbagi pengalaman, menjaga kesehatan, dan tetap aktif dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung lansia agar tetap sehat secara fisik, kuat secara mental, dekat dengan keluarga, aktif di lingkungan sosial, serta memiliki kehidupan spiritual dan keagamaan yang baik.
Sekolah Lansia akan dilaksanakan melalui 12 kali pertemuan, dengan materi yang mencakup kesehatan, psikologis, sosial, kemandirian, serta aspek spiritual dan keagamaan. Pelaksanaannya akan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas, tenaga pengajar, kader, OPD, serta pihak terkait lainnya.
“Kegiatan ini bukan untuk berpikir keras, tetapi dilaksanakan dengan santai dan menyenangkan, sehingga para lansia dapat belajar sekaligus bersosialisasi,” tambah Nursia.
Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap di 10 kecamatan dengan pendampingan dari Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Kegiatan dilaksanakan hingga tingkat kelurahan agar dapat menjangkau lansia yang memiliki keterbatasan dalam melakukan mobilisasi ke tempat yang jauh. */IEA






