PALU, MERCUSUAR – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae turut mengikuti Seminar Nasional bertajuk “Menyongsong Pemilu Nasional dan Lokal Terpisah. Kesiapan dan Antisipasi Pemerintah” yang dilaksanakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Sulteng, di Gedung DPRD Provinsi Sulteng, Jumat (2/10/2026).
Rizal menyampaikan seminar tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah, untuk memahami secara lebih komprehensif berbagai konsekuensi dari perubahan desain pemilu.
Menurutnya, kesiapan Pemerintah Daerah (Pemda) perlu dibangun sejak dini melalui penguatan koordinasi, perencanaan, serta pemahaman terhadap regulasi yang akan menjadi landasan penyelenggaraan pemerintahan dan pemilu di masa mendatang.
“Bagi pemerintah daerah, forum ini sangat penting untuk memperoleh pemahaman yang utuh mengenai arah kebijakan pemilu nasional dan lokal. Pemerintah daerah perlu mempersiapkan diri, terutama dalam aspek tata kelola, koordinasi kelembagaan, serta kesinambungan pelayanan kepada masyarakat agar setiap perubahan kebijakan dapat diantisipasi dengan baik,” ujar Rizal.
Menurut Rizal, hasil pembahasan dalam seminar menjadi bahan penting bagi Pemda untuk meningkatkan kesiapan kelembagaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mengantisipasi berbagai implikasi kebijakan secara konstruktif demi mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah yang tetap berjalan optimal.
Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid yang menjadi pembicara kunci dalam seminar tersebut menekankan pentingnya kesiapan seluruh pemangku kepentingan, dalam menyikapi perubahan sistem penyelenggaraan pemilu.
Menurutnya, pemisahan pemilu nasional dan lokal tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis penyelenggaraan pemilihan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan perencanaan pembangunan, pemerintahan daerah, serta hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Perubahan desain pemilu harus dipersiapkan secara matang, terukur, dan berbasis kajian. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan harus memastikan bahwa perubahan tersebut dapat diantisipasi melalui penguatan kelembagaan, perencanaan yang baik, serta koordinasi yang berkelanjutan,” ujar Anwar Hafid. */AJI






