Pascagempa, Ketahanan Struktur Masjid Raya Kembali Diperiksa

Andi Ruli Djanggola

PALU, MERCUSUAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng melalui Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (CIKASDA) melakukan pengecekan kembali ketahanan struktur bangunan Masjid Raya Baitul Khairaat.

Kepala Dinas CIKASDA Sulteng, Andi Ruli Djanggola kepada media ini, Minggu (28/6/2026) mengatakan, hal itu sebagai bagian dari upaya Pemprov dalam menjamin dan memastikan tingkat keamanan dan kenyamanan warga yang datang beribadah di Masjid tersebut, usai gempa bumi M6,7 yang mengguncang Kota Palu, beberapa waktu lalu.

“Iya, pascagempa, Masjid Raya Baitul Khairaat diperiksa kembali struktur baja kubah, untuk keamanan dan menjaga kondisi bangunan tetap andal serta nyaman digunakan jemaah,” kata Andi Ruli.

Inspeksi dilakukan atas permintaan CIKASDA, sebagai bentuk evaluasi terhadap kondisi struktur Masjid. Dalam proses pemeriksaan, tim teknis melakukan inspeksi menyeluruh terhadap elemen-elemen utama struktur baja space frame, mulai dari sambungan, batang struktur, titik pertemuan (joint), hingga komponen lain yang berpotensi terdampak akibat guncangan gempa. Pemeriksaan bertujuan memastikan tidak terjadi kerusakan, maupun gangguan struktural yang dapat memengaruhi fungsi dan tingkat keamanan bangunan.

Secara teknis, kata Andi Ruli, struktur baja space frame Masjid Raya Baitul Khairaat dinyatakan dalam kondisi stabil, berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan pascagempa bumi yang terjadi pada 16 Juni 2026.

“Pemeriksaan melibatkan sejumlah pihak, di antaranya kontraktor pelaksana PT PP (Persero) Tbk, tim Manajemen Konstruksi (MK), serta vendor dan subkontraktor pekerjaan space frame, PT Geasindo Teknik Prima,” urainya.

Sebagai vendor dan subkontraktor yang menangani pekerjaan space frame, PT Geasindo Teknik Prima turut melaksanakan asesmen teknis secara langsung terhadap kondisi struktur. Berdasarkan hasil pengamatan awal tim ahli, struktur space frame Masjid Raya Baitul Khairaat tidak menunjukkan indikasi kerusakan yang dapat memengaruhi kinerja maupun stabilitas struktur, sehingga untuk sementara dinyatakan berada dalam kondisi stabil.

Meski demikian, lanjut Andi Ruli, proses evaluasi belum sepenuhnya selesai. Tim teknis masih melakukan analisis lebih mendalam sebagai bagian dari prosedur asesmen pascagempa, untuk memastikan seluruh komponen struktur memenuhi standar keamanan yang dipersyaratkan.

Laporan resmi hasil pemeriksaan dan asesmen akan disusun oleh PT Geasindo Teknik Prima, kemudian disampaikan kepada PT PP, sebelum diteruskan kepada Dinas CIKASDA Provinsi Sulteng setelah seluruh tahapan evaluasi rampung. 

“Tentunya menjadi komitmen Pemerintah Sulteng, melalui Dinas CIKASDA, untuk terus menjaga bangunan ini menjadi salah satu rumah ibadah yang aman dan nyaman, untuk warga beribadah,” pungkas Andi Ruli. MBH

Pos terkait