Pemkab Sigi,Proyeksikan Danau Lindu Jadi Wisata Unggulan

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Injtenae (kedua dari kiri) saat memberikan keterangan kepada media, di salah satu kafe di Taman Taiganja, Kamis (2/7/2026). FOTO: SANAJI/MS

SIGI, MERCUSUAR – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae menargetkan kawasan Danau Lindu menjadi destinasi wisata unggulan pada tahun 2027 mendatang. Target tersebut akan diwujudkan secara bertahap melalui penyelenggaraan Festival Danau Lindu (FDL), penguatan infrastruktur, serta penambahan berbagai atraksi wisata.

Hal itu disampaikan Rizal, usai memimpin rapat Kick-Off FDL 2026 di salah satu kafe di Taman Taiganja Desa Kalukubula, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, FDL pada tahun ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan potensi Danau Lindu sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Target utama adalah Danau Lindu harus menjadi destinasi wisata. Jangan hanya menjadi tempat transit atau sekadar dilewati, tetapi menjadi tujuan kunjungan wisata. Mudah-mudahan pada festival 2027 benar-benar sudah menjadi destinasi,” ujar Rizal.

Ia menjelaskan, tujuan penyelenggaraan festival tidak hanya untuk mengenalkan potensi wisata, tetapi juga sebagai media promosi yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena itu, seluruh potensi yang dipromosikan harus sesuai dengan kondisi yang tersedia di lapangan agar tidak mengecewakan pengunjung.

“Yang kita promosikan harus sesuai dengan kondisi di lapangan. Jangan sampai berbeda, karena itu akan mengurangi kepercayaan wisatawan,” tegas Rizal.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi juga akan mengembangkan konsep festival dengan mengadopsi sejumlah strategi yang diterapkan Kabupaten Banyuwangi dalam membangun sektor pariwisata. Salah satunya melalui pengembangan sport tourism yang dipadukan dengan FDL.

Selain itu, Pemkab Sigi juga terus mendorong peningkatan infrastruktur menuju Danau Lindu. Rizal menyebut Pemerintah Provinsi telah memberikan dukungan melalui pembangunan akses jalan menuju kawasan tersebut. Tak hanya infrastruktur jalan, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung wisata. Di antaranya pembangunan tempat berteduh bagi pengunjung, penambahan cottage keluarga, hingga pemanfaatan bekas Balai Benih milik pemerintah daerah menjadi kawasan wisata pemancingan.

“Bekas Balai Benih itu memiliki lahan yang cukup luas. Nantinya bisa dikembangkan menjadi kolam pemancingan dan menjadi daya tarik wisata baru melalui penyelenggaraan lomba memancing,” sebut Rizal.

Ia optimistis, jika seluruh tahapan pengembangan dilakukan secara konsisten, Danau Lindu akan berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Sulteng yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. AJI

Pos terkait