PALU, MERCUSUAR – Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kantor Wilayah Sulteng, Jusri Pakke menyebut penyerapan jagung dari petani lokal di Sulteng, hingga pertengahan Juli 2026 mencapai lebih dari 800 ton.
“Hingga kini serapan jagung sudah lebih dari 800 ton,” kata Jusri, di Palu, baru-baru ini.
Ia menegaskan, pihaknya masih terus menggenjot penyerapan jagung dari petani lokal, untuk mengejar target yang ditetapkan sebanyak 3.300 ton pada tahun ini.
Para petani jagung dapat menjual hasil panennya ke Bulog dengan harga beli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni Rp6.400 per kilogram, dengan syarat memiliki kadar air maksimal 14 persen.
“Hitungan kadar air itu untuk menyesuaikan dengan standar penyimpanan,” imbuh Jusri.
Bulog Sulteng juga terus melakukan sosialisasi kepada para petani terkait standar mutu jagung, agar dapat mengoptimalkan penyerapan hingga mencapai target. IEA






