Tanwir Muhammadiyah, Hadirkan Potensi Besar bagi Sulteng

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid (kanan) saat bertemu jajaran PW Muhammadiyah Sulteng, di Gubernuran Siranindi, Sabtu (15/8/2026). FOTO: IMAM EL ABRAR/MS

PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid mendukung penuh pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah 2026 yang diagendakan di Kota Palu pada 19-21 November 2026 mendatang.

Sebelumnya, Gubernur telah mengeluarkan Surat Rekomendasi agar pelaksanaan agenda nasional Muhammadiyah tersebut dapat dilaksanakan di Sulteng. Setelahnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan SK penetapan Sulteng sebagai tuan rumah permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar tersebut.

Saat menerima audiens Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulteng, di Gubernuran Siranindi, Sabtu (15/8/2026), Anwar menyampaikan Provinsi Sulteng, khususnya Kota Palu, berpotensi akan mendapatkan manfaat besar dari perhelatan Tanwir Muhammadiyah.

“Ini menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan ekonomi, dan segala macam upaya memajukan daerah. Kalau ada kegiatan skala nasional, hotel dan rumah makan bisa hidup semua. Pemda siap back-up full,” ujar Anwar.

Dalam audiens tersebut, Anwar juga mengaku siap memfasilitasi pertemuan dengan seluruh jajaran PP Muhammadiyah serta anggota Tanwir Muhammadiyah dari seluruh Indonesia, serta seluruh unsur Forkopimda dan Pemda.

“Nanti kita bisa promosikan program-program sehingga masyarakat bisa mengetahui lebih luas,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PW Muhammadiyah Sulteng, H. Muh. Amin Parakkasi menyebut pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah setidaknya akan dihadiri sebanyak 400-an peserta yang berasal dari PW Muhammadiyah se-Indonesia, ditambah ratusan orang lainnya sebagai undangan maupun penggembira.

“Jumlah penggembira bisa lebih banyak,” imbuh Amin.

Semarak Tanwir Muhammadiyah 2026 juga telah ditandai dengan peluncuran batik edisi khusus Tanwir, yang menampilkan corak daun kelor sebagai identitas khas Sulteng, khususnya Kota Palu.

Amin menuturkan, hal itu sebagai upaya mengenalkan kearifan lokal Sulteng ke kancah nasional melalui Muhammadiyah. Ia juga menyebut filosofi tanaman kelor yang memiliki kesamaan dengan Muhammadiyah.

“Filosofi kelor sama dengan Muhammadiyah, mudah tumbuh dan banyak manfaatnya. Struktur tanaman kelor juga rapi cabang dan rantingnya, seperti struktur organisasi di Muhammadiyah,” tutur Amin. IEA

Pos terkait