Warga Kerukunan Keluarga Banjar Sulteng Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

PALU, MERCUSUAR – Ratusan warga Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) dari Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, berkumpul di Gedung Asrama Haji Kota Palu, Jumat (18/9/2026) malam, untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat tali silaturahmi keluarga besar Banjar di perantauan.

Peringatan Maulid tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan meneladani akhlaknya, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah serta memperkuat keberadaan KBB yang bersifat inklusif di tengah masyarakat Sulawesi Tengah.

Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW KBB, Safran Renaldi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan rasa cinta atau mahabbah kepada Nabi Muhammad SAW serta meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kata dia, peringatan Maulid menjadi wadah untuk memperkuat tali silaturahmi keluarga besar Banjar di Sulawesi Tengah, khususnya yang berada di Kota Palu.

“Harapannya keluarga besar Banjar bisa semakin menyatu dengan masyarakat dan Pemerintah Kota Palu. KBB ini bersifat inklusif, artinya anggotanya terbuka, bukan hanya warga Banjar, tetapi juga warga lainnya,” ujarnya.

Ketua KBB Provinsi Sulteng, Muhammad Zain, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan keluarga besar KBB, baik di tingkat kota maupun provinsi.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk meneladani akhlak dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi wadah bagi warga Banjar di perantauan untuk mempererat hubungan kekeluargaan.

“Selain untuk meneladani dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, wadah ini diharapkan dapat memperkuat silaturahmi dan saling mengenal di antara bubuhan Banjar di perantauan, khususnya di Kota Palu dan Donggala,” katanya.

Ia menambahkan, KBB Sulteng juga berencana membentuk kepengurusan KBB Kabupaten Donggala. Rencana tersebut ditargetkan terealisasi sebelum pelaksanaan Haul Guru Sekumpul di Martapura pada 5 Rajab mendatang.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Palu, Diah Puspita, mengajak keluarga besar KBB menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meneladani akhlak, perjuangan, kasih sayang dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan pesan Rasulullah SAW mengenai pentingnya menjaga silaturahmi perlu terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita memperbanyak sholawat, memperkuat ukhuwah dan silaturahmi serta menebar kebaikan di mana pun kita berada,” ajaknya.

Diah juga menyampaikan harapan agar keluarga besar Kerukunan Bubuhan Banjar senantiasa diberikan kekompakan, persatuan, kesehatan dan keberkahan.

“Semoga silaturahmi yang terjalin ini dapat menjadi amal ibadah bagi kita semua yang hadir,” ujarnya.
Dalam tausiah Maulid, penceramah Dr. Ali Imro Sulthan memberikan apresiasi kepada KBB yang dinilainya mampu menjaga keharmonisan dan hubungan silaturahmi dengan baik.

Ia menyebut masyarakat Banjar dikenal memiliki karakter yang lembut dan mengedepankan akhlakul karimah dalam kehidupan sosial.

“Orang Banjar terkenal dengan orang yang lembut. Sifat itu terlihat dari cara berkomunikasi yang lembut,” katanya.
Ia kemudian mengingatkan jamaah mengenai hadis Nabi Muhammad SAW yang menggambarkan salah satu ciri penghuni surga, yakni orang yang memiliki tutur kata yang baik dan lembut.

Menurutnya, kebiasaan bertutur kata lembut merupakan akhlak yang perlu terus dipelihara karena dapat mempererat hubungan antarsesama dan menciptakan kehidupan sosial yang harmonis. HAI

Pos terkait