NUNU, MERCUSUAR – Petugas gabungan merazia pengendara yang melintas di sekitar Jembatan Lalove, Palu, Minggu (1/112026). Razia digelar untuk mengantisipasi adanya pengendara membawa senjata tajam (sajam) dan senjata api.
Danki II Batalyon A Pelopor, Iptu Taufik Andriono mengatakan, razia terus diintensifkan pascabentrok pada 28 Oktober 2026 lalu. Hal ini dilakukan untuk mengantisapi bentrok susulan.
“Razia dimaksudkan untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pascabentrok,”ungkap Taufik.
Taufik menegaskan, razia yang berfokus pada pemeriksaan sajam, senpi dan berang berbahaya lainnya digelar secara tentatif sebanyak tiga hingga empat kali dalam sehari. Kendati demikian, hingga saat ini belum ditemukan adanya kepemilikan sajam yang mencolok dari warga yang melintas di pos penyekatan.
”Selama kita lakukan operasi razia ini, belum ada temuan senjata tajam atau kriminal lainnya,” terangnya.
Secara umum, kondisi pascabentrokan dilaporkan berangsur aman dan terkendali. Warga diimbau untuk tetap tenang dan kembali beraktivitas ke rumah masing-masing, sementara aparat gabungan terus bersiaga untuk memastikan keamanan bersama. IKI






