TNI Perkuat Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan di Sulteng

Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayor Jenderal TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar saat diwawancarai Minggu (20/9/2026). FOTO: MUHAMMAD RIFKI/MS

BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayor Jenderal TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar menggencarkan sosialisasi mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat. Hal ini diungkapkannya saat ditemui, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, sosialisasi terus dilakukan sebagai langkah pencegahan terjadinya kebakaran yang dapat mengganggu lingkungan dan kehidupan.

Menurut Jonathan, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat berada di kawasan hutan maupun lahan terbuka.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membakar lahan, membuang puntung rokok di kawasan yang mudah terbakar, maupun meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran di wilayahnya.

Sosialisasi tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.
“Kita mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan pembakaran yang dapat menimbulkan kebakaran dan segera laporkan apabila menemukan adanya titik api,” ungkap Jonathan.

Pangdam menegaskan personel TNI siap mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran bersama instansi terkait. Kesiapsiagaan di lapangan juga perlu diperkuat untuk mengantisipasi kebakaran agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Selain mengancam kelestarian lingkungan, kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat serta berdampak terhadap kualitas udara. Karena itu, kesadaran dan kepedulian masyarakat dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran sejak dari sumbernya.

Pangdam juga menyebut, dalam waktu dekat akan menggelar simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. Sementara itu kebakaran hutan dan lahan di Sulteng hingga pertengahan September 2026 telah mencapai luas sekitar 1.552 hingga 3.138 hektare. IKI

Pos terkait