Dinsos Palu Dampingi Anak Terdampak Kebakaran, Bangun Kembali Semangat Belajar

Penelaah Teknis Kebijakan, Dinas Sosial Kota Palu, Ni Nyoman Arini Puspa Dewi, S.Psi., M.Si., saat bermain bersama bagi anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang terdampak musibah kebakaran ruang kelas di SDN 11 Palu, Rabu  (26/8/2026). FOTO: MUHAMMAD RIFKI/MS

BARU, MERCUSUAR –  Dinas Sosial Kota Palu melaksanakan kegiatan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang terdampak musibah kebakaran ruang kelas di SDN 11 Palu, Rabu  (26/8/2026).

Kegiatan menyasar anak-anak SD kelas 1 hingga kelas 4 yang kehilangan ruang belajar akibat kebakaran. Melalui kegiatan bermain bersama, menggambar, serta berbagi cerita, Dinas Sosial berupaya membantu anak-anak mengembalikan rasa aman, keceriaan, dan semangat setelah menghadapi masa sulit.

Penelaah Teknis Kebijakan, Dinas Sosial Kota Palu, Ni Nyoman Arini Puspa Dewi, S.Psi., M.Si., mengatakan LDP tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk kembali merasakan suasana ceria dan nyaman.

“Bukan cuma bantuan, tetapi juga ruang aman untuk ceria lagi,” ungkap Arini.

Menurutnya, kegiatan bermain dan berinteraksi bersama diharapkan dapat membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang sesuai dengan usia, sekaligus menumbuhkan kembali rasa percaya diri dan kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, anak-anak juga diajak memahami bahwa mereka tidak menghadapi situasi sulit seorang diri. Dukungan dari lingkungan sekitar diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan mereka.

Dinas Sosial Kota Palu pun mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan, termasuk doa, agar anak-anak yang terdampak dapat tumbuh dengan baik, kembali bersemangat menjalani aktivitas belajar, serta memiliki harapan dan cita-cita untuk masa depan.

Kegiatan LDP ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kondisi psikososial anak pascakebakaran, sekaligus memastikan bahwa di tengah musibah, anak-anak tetap mendapatkan ruang untuk bermain, berekspresi, dan membangun kembali rasa aman.  IKI

Pos terkait