BESUSU TENGAH, MERCUSUAR — Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah (Disdik Sulteng) mengimbau kepada para orang tua dan calon siswa-siswi yang belum terakomodasi di sekolah pilihan utama dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) agar tidak berkecil hati. Pemerintah menegaskan bahwa kesempatan untuk mengenyam bangku pendidikan masih terbuka lebar di berbagai sekolah lain.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Sulteng, Abdul Rahim, menyampaikan bahwa calon peserta didik yang tidak lolos di sekolah yang dituju saat ini disarankan untuk segera mencari alternatif sekolah lain yang kuotanya belum terpenuhi.
”Bagi siswa-siswi yang tidak ter-cover di sekolah yang dituju saat ini, silakan mendaftar atau mencari sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota,” ujar Abdul Rahim, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, saat ini masih banyak SMA negeri yang memiliki sisa kuota yang dapat menampung siswa baru. Selain itu, alternatif lain seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) maupun sekolah-sekolah swasta juga siap menerima calon siswa tanpa harus terikat pada aturan zonasi.
”Masih banyak sekolah; ada beberapa SMA yang masih memiliki kuota. Ada juga beberapa sekolah seperti SMK maupun sekolah swasta. [Pendaftaran tersebut] tanpa memperhatikan zona. Silakan mendaftar saja ke sekolah yang masih memiliki kuota,” jelasnya menambahkan.
Menanggapi fenomena menumpuknya pendaftar di sekolah-sekolah yang dianggap sebagai “sekolah unggulan”, Abdul Rahim menjelaskan bahwa kapasitas sekolah-sekolah tersebut sudah sangat terbatas dan hampir tidak menyisakan ruang bagi pendaftar baru.
”Seperti yang kita ketahui, sekolah unggulan 1, 2, dan 3 ini sudah hampir tidak memiliki kuota lagi. Jadi, silakan cari sekolah-sekolah lainnya,” tuturnya.
Di akhir penyataannya, Abdul Rahim berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua siswa, agar dapat berlapang dada dan bersikap legowo jika anak mereka belum bisa masuk ke sekolah yang diimpikan. Ia menekankan bahwa pada prinsipnya seluruh sekolah memiliki kualitas dan tujuan yang sama dalam mendidik generasi muda.
”Jadi sebenarnya sekolah sama saja semua. Tinggal bagaimana kita harus legowo juga. Kalau misalnya kita tidak bisa ter-cover di sekolah yang kita tuju, silakan bersekolah di tempat lain. Insyaallah sama saja,” pungkasnya optimis.UTM
Gagal Seleksi, Cari Sekolah yang Kuotanya Kurang






