MIM Alhaq Palu Masih Buka SPMB

BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Alhaq Palu saat ini tengah membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran baru. Dengan kuota yang terbatas, pihak madrasah berkomitmen untuk melahirkan generasi yang unggul dalam akademik maupun keagamaan.

​Kepala MI Muhammadiyah Alhaq Palu, Musafir, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa proses pendaftaran masih dibuka untuk beberapa hari ke depan guna memenuhi target kuota yang telah ditetapkan.

​”Kami masih membuka kesempatan bagi masyarakat dan orang tua yang sedang mencari sekolah untuk anak-anaknya. Kuota kami terbatas, hanya untuk 45 orang siswa saja, dan saat ini sisa lowongan tinggal sedikit lagi,” ujar Musafir, Selasa (30/6/2026).

MI Muhammadiyah Alhaq Palu menerapkan metode pembelajaran yang intensif sejak pagi hari. Siswa diwajibkan hadir pada pukul 07.00 WITA untuk memulai aktivitas keagamaan sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) resmi dimulai pada pukul 08.00 WITA. Beberapa pembiasaan harian yang menjadi keunggulan madrasah ini meliputi:

​Shalat Duha Bersama: Dilaksanakan setiap pagi sebelum masuk kelas. Tahfiz Al-Qur’an: Pembacaan dan hafalan surat-surat pendek sebelum memulai pelajaran. ​Shalat Zuhur Berjamaah: Menjadi penutup sesi pembelajaran utama. ​Kelas Mengaji Khusus: Setelah Shalat Zuhur, siswa mendapatkan pendalaman mengaji selama satu jam sebelum pulang.

​Musafir menambahkan bahwa manajemen kelas diatur sedemikian rupa demi kenyamanan siswa. “Setiap kelas di madrasah ini didampingi oleh dua orang guru kelas. Satu guru bertugas mengajar dan satu lagi mengatur jalannya kelas agar penanganan anak-anak lebih maksimal,” jelasnya.

​Selain fokus pada bidang keagamaan, MI Muhammadiyah Alhaq Palu juga memfasilitasi minat dan bakat siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Madrasah ini menetapkan dua kegiatan utama sebagai ekstrakurikuler wajib, yaitu gerakan kepanduan Hizbul Wathan (setara Pramuka) dan seni bela diri Tapak Suci. Tak hanya itu, program inovatif seperti kelas Robotik juga masih terus berjalan dan menjadi daya tarik tersendiri, di samping pengembangan seni lainnya seperti membaca puisi dan kesenian daerah. UTM

Pos terkait