PALU, MERCUSUAR – Sebanyak 203 remaja yang menamakan diri angkatan 13 Allestaire SMA Al Azhar Palu menandai berakhirnya masa sekolah, melalui acara penamatan yang dikemas simpel namun tampak elegan, di Sriti Convention Hall Palu, Minggu (10/5/2026).
Tidak ada ‘varian’ penampilan yang seolah berlomba menjadi paling menarik perhatian. Semuanya berbalut seragam putih abu-abu sebagaimana yang digunakan selama tiga tahun bersekolah. Dilengkapi jubah ala pakaian toga wisuda, memberikan kesan bahwa malam itu adalah momentum akhir dari perjalanan pendidikan menengah tingkat atas.
Kepala SMA Al Azhar Mandiri Palu, Arafat Arsyad mengemukakan, acara penamatan bertema Starry Night tersebut sepenuhnya melibatkan para murid sebagai panitia pelaksana.
“Tidak ada vendor atau EO (Event Organizer), tidak ada biaya tambahan sewa baju, tidak ada yang tampil beda, sama semua putih abu-abu. Bahkan, jubah yang dipakai merupakan hasil kreasi yang dirancang oleh mereka. Intinya adalah mereka mengemas kegiatan ini semampunya dan tampil beda, namun yang paling utama adalah pesan kebersamaan,” kata Arafat.
Direktur Yayasan Al Azhar Mandiri Palu, Abd. Basit Arsyad menambahkan, kegiatan tersebut juga dikelola menggunakan anggaran yang sepenuhnya berasal dari para murid, terutama murid kelas XII yang akan ditamatkan.
Pengelolaan keuangan berasal dari tabungan harian para murid yang diprogramkan sejak kelas X, lalu diolah melalui beberapa model kegiatan-kegiatan kecil seperti bazar, hingga kegiatan besar seperti Al Azhar Fest. Sistem tersebut turut memberikan pengalaman kepada para murid tentang bagaimana mengelola keuangan secara mandiri dan terkoordinasi.
“Jadi, di Al Azhar Mandiri Palu anak-anak tidak hanya belajar Matematika dan Bahasa Inggris, tetapi juga belajar tentang entrepreneurship,” ujar Abdul Basit.
PESAN-PESAN KEPADA MURID
Dalam kegiatan penamatan, Abdul Basit juga berpesan kepada para murid yang akan tamat, untuk selalu menjaga nama baik Al Azhar Mandiri Palu. Apalagi, pada tahun ini sekolah tersebut mencatat prestasi dengan menempati peringkat ke-18 dari 30 ribuan SMA sederajat di Indonesia.
“Jaga baik-baik nama Al-Azhar, dan jaga akhlak. Biar kalian cerdas, hebat dan jago olimpiade, kalau akhlak tidak bagus maka orang tidak akan suka. Olehnya karakter harus bagus,” tegasnya.
Sementara Kepala SMA Al Azhar Mandiri Palu, Arafat Arsyad mengingatkan agar para murid menjadi orang yang bermanfaat kepada orang lain.
“Teruslah menjadi orang yang bermanfaat, dan pegang teguh apa yang sudah diajarkan oleh guru-guru kalian,” kata Arafat.
“Tanda bahwa ilmu bermanfaat adalah saat rasa takut kepada Maha Pencipta bertambah. Mau seperti apapun ilmunya, mau sebagus apapun sekolahnya, kalau tidak ada ketambahan ketaatan dalam ibadah dan ketakutan kepada Allah SWT maka ilmu itu bisa jadi kurang bermanfaat,” tandasnya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulteng, Firmanza DP. Dalam sambutannya, Firmanza memuji motto SMA Al Azhar Mandiri Palu yakni ‘Cerdas, Berkarakter, Tangguh’. Menurutnya, hal itu sejalan dengan proyeksi pendidikan nasional ke depan, sebagaimana mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Karakter berkaitan dengan akhlak. Harus ditanamkan bahwa sepintar apapun kita, kalau karakter atau akhlaknya buruk itu tidak akan ada apa-apanya. Jadikan diri kita sebagai orang yang bermanfaat bagi sesama,” ujar Firmanza.
Selanjutnya, ia juga mendorong para murid untuk menjadi orang yang memiliki kompetensi, dengan ciri-ciri dapat berpikir kritis, kreatif, serta dapat berkolaborasi dan berkomunikasi dengan baik.
“Terakhir, literasi. Rajinlah membaca, karena buku adalah gudangnya ilmu dan membaca adalah kuncinya. Jadi, biar banyak bukumu tapi kalau tidak dibaca maka tidak ada gunanya,” tandas Firmanza. IEA






