MAKKAH, MERCUSUAR – Selama berada di Kota Makkah hingga pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) serta rangkaian ibadah lainnya, jemaah haji menerima jatah makanan harian selama tiga kali sehari. Mulai dari sarapan pagi, makan siang dan makan malam.
Ketua kelompok terbang 9 Embarkasi Balikpapan (Kloter BPN-9) asal Povinsi Sulteng, Muh. Syamsu Nursi menyebut pembagian makanan untuk jemaah berjalan lancar, seluruh jemaah terlayani tanpa terkecuali.
“Layanan konsumsi jemaah haji selama berada di Makkah, Alhamdulillah, cukup baik. Semua jemaah terlayani dengan baik mulai dari sarapan pagi, makan siang, dan makan malam. Tidak ada kekhawatiran jemaah tidak mendapatkan jatah makan, bahkan makanan sampai ada yang berlebih. Insyaallah, sampai pelaksanaan puncak Armuzna,” kata Syamsu melalui pesan suara WhatsApp, Senin (18/5/2026).
Hal tersebut, lanjut Syamsu, juga didukung kesigapan para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, yang secara rutin melaksanakan pembagian makanan tanpa terlambat.
“Pembagian jatah makanan harian berjalan dengan sangat baik dan lancar,” imbuhnya.
Syamsu menyebut makanan yang disediakan untuk jemaah asal Sulteng tersebut, menyesuaikan dengan menu khas Indonesia, sehingga dapat menyesuaikan dengan lidah jemaah. Meskipun, menurutnya, masih ada beberapa jemaah yang memiliki selera berbeda.
“Menu yang kami rasakan dan lihat langsung (penyajiannya) sangat baik, menggunakan menu khas Indonesia. Juga mulai dari sarapan pagi menunya bervariasi, begitu pula dengan makan siang dan malam,” tandas Syamsu. IEA






