OJK Apresiasi Penyebaran Informasi di Media

  • Whatsapp
OJK-595a54be

PALU, MERCUSUAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sulteng mengapresiasi penyebaran informasi kinerja industri jasa keuangan yang dilakukan kalangan media sehingga mempercepat transmisi kebijakan pemerintah dalam pemulihan ekonomi.

Sebagai bentuk apresiasi kepada kalangan media, OJK Sulteng menggelar kegiatan kumpul jurnalis di hotel Danau Poso, Kota Tentena Kecamatan Pamona Pusalemba, Kabupaten Poso. Kegiatan berlangsung sejak Rabu hingga Kamis (24-25/11/2021) bertema kolaborasi dan sinergi mewujudkan kesejahteraan Sulteng yang dibuka Ketua OJK Sulteng, Gamal Abdul Kahar dan dihadiri Ketua PWI Sulteng, Mahmud Matangara.

“OJK secara khusus mengucapkan terimakasih kepada insan jurnalis PWI Sulteng atas sinergi dan kolaborasi yang selama ini berjalan dengan baik,” kata Kepala OJK Perwakilan Sulteng, Gamal Abdul Kahar dalam kegiatan ‘Kumpul Jurnalis Sulawesi Tengah 2021’ di Danau Poso Resort, Tentena, Kabupaten Poso, Rabu (24/11/2021).

Pilihan Redaksi :  Respon Positif Masyarakat Indonesia Di Gelaran LiterasiDigital Netizen Fair 2021 Di Enam Kota Besar Indonesia

Kepala OJK, Gamal Abdul Kahar menyampaikan berbagai hal terkait perkembangan industri jasa keuangan, usaha pemerintah dalam meningkatkan ekonomi negara melalui jasa keuangan, juga paket peraturan ekonomi selama pandemi covid-19.

“Industri Jasa Keuangan merupakan sektor vital untuk menopang perekonomian nasional, layaknya pembuluh darah pada tubuh manusia, apabila terjadi sumbatan yang tidak tertanggulangi dapat menyebabkan total collapse,” ungkapnya.

Ditambahkan Gamal, berkat sinergi dan kolaborasi berbagai pihak terutama media, stabilitas sektor jasa keuangan terkendali dengan baik yang tercermin dari indikator pada periode September 2021. OJK mencatat aset perbankan di Sulteng Rp48,49 triliun atau meningkat 9,09 persen (yoy). Kredit tercatat Rp35,37 triliun meningkat  sebesar 15,46 persen (yoy) dan penempatan dana pihak ketiga (DPK) R27,53 triliun meningkat 5,29 persen (yoy) dan kredit tidak lancar (NPL) terpantau stabil 2,64 persen. HAI

Baca Juga