MERCUSUAR – Globalisasi telah menciptakan sebuah paradigma borderless world, di mana batasan-batasan wilayah tidak lagi berpengaruh. Dengan adanya globalisasi, kebudayaan dari berbagai negara pun dapat kita rasakan dalam berbagai aspek. Berangkat dari haltersebut, tercipta kompetisi antarnegara yang semakin ketat dan menuntut adaptasi, ketangkasan, serta fleksibilitas. Oleh karenanya, menjadi masyarakat digital dengan nilai-nilai yang terinternalisasi ke dalam jati diri masyarakat merupakan suatuhal yang kian mendesak. Lebih lanjut, dengan memanfaatkanglobalisasi juga teknologi yang terus berkembang, budayaIndonesia niscaya akan memiliki pengaruh yang besar di ranahinternasional nantinya.
Presiden Joko Widodo telah menegaskan bahwa seiring denganperkembangan teknologi juga perluasan akses internet, perludiimbangi dengan pengembangan talenta digital. Meresponarahan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatikabersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi telahmelaksanakan berbagai kegiatan di bawah payung besarProgram Literasi Digital Nasional. Program ini bertujuan untukmewujudkan masyarakat Indonesia yang makin cakap digital.
Dalam keterangan yang disampaikan oleh Menteri Komunikasidan Informatika, Johnny G Plate, saat ini terdapat sekitar 200 juta warga Indonesia yang menjadi pengguna internet dan beraktivitas di ruang digital. Digitalisasi menurutnyamemberikan dampak yang positif bagi masyarakat namun tidaksedikit informasi yang juga harus disaring karena bisaberdampak kepada terjadinya “Tsunami Digital”.
“Layaknya pisau bermata dua, punya sisi negatif dan positif. Seiring kemudahan yang ditawarkan, juga terdapat sisi gelapinternet, seperti penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, konten radikalisme dan terorisme,” ungkap Johnny G Plate. Karena itulah, Kementerian Kominfo menilai, literasi digital menjadi kemampuan strategis dan sudah menjadi sebuahkeharusan dalam menciptakan ruang digital yang bersih, aman,dan nyaman, serta untuk menciptakan masyarakat yang berdayasecara digital.
Sepanjang tahun 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah menjalankan Program Nasional LiterasiDigital sebagai salah satu upaya untuk mempercepatterwujudnya transformasi digital. Pada tahun ini, Program Literasi Digital Nasional menargetkan untuk dapat menjangkau12,5 juta masyarakat Indonesia di 514 kabupaten/kota pada 34 provinsi.
Dalam berbagai kegiatan literasi digital tersebut, Kementerian Kominfo berkolaborasi dan bekerjasama dengan mitra/jejaringGNLD Siberkreasi secara masif dan meluas di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota. Adapun tujuan dari dilaksanakannyaprogram literasi digital adalah untuk membangun kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi digital serta mengembangkan dan meningkatkan keterampilanmasyarakat Indonesia di dunia digital.
Pelaksanaan LDNF 2021 di berbagai kota besar seperti Padang, Pekanbaru, Pontianak, Bandung, Palu dan Papua inimendapatkan atensi yang cukup positif dari masyarakat. Tidakkurang dari 500 peserta hadir dalam pelaksanaan hari pertamadari dua hari pelaksanaan (23 -24 November 2021) LDNF 2021di setiap kota. Tidak sebatas itu, citra positif juga dirasakan oleh perwakilan pemangku wilayah, pemegang kebijakan, serta para praktisi industri digital yang hadir dalam pelaksanaan kegiatanini. Dewan Pengarah Siberkreasi dan Praktisi Digital NdoroKakung yang turut hadir sebagai pembicara di kota Padangmengungkapkan bahwa pengguna media sosial di Indonesia telah lebih dari 200 juta. Rata-rata setiap orang memiliki sepuluhakun di media sosial berbeda.
“Mereka pengguna media sosial telah menghabiskan waktunya8,5 jam untuk berselancar di dunia maya setiap hari,” ujarNdoro dalam Talkshow bertema “Ngobrolin Literasi Digital” pada kegiatan Literasi Digital Netizen Fair 2021, di UPI Sport & Exhibition Hall, Padang, Selasa (23/11/2021). Ndoro Kakungberpesan kepada seluruh anak muda di Padang untuk lebih bijakdalam menggunakan media sosial dan menggunakan media sosial untuk hal yang positif karena media sosial meninggalkanjejak digital yang abadi sepanjang masa.
Ditegaskan pula oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika(Kadiskominfo) Kota Padang Rudy Rinaldy yang tampil sebagaipemateri bahwa, saat ini cukup banyak kabar bohong yang berseliweran di dunia maya. Akan tetapi sulit melacak penyebarberita bohong tersebut. “Kita (Dinas Kominfo Padang) hanyamengedukasi warga netizen agar tidak termakan berita hoaks,” ucapnya di depan ratusan undangan yang hadir di kota Padang.
Sedangkan Kasubbid Pengembangan Aplikasi dan KomunikasiDinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan StatistikSulteng, Muhammad Affan yang hadir di Jodjokodi Convention Center, Palu mengakui dampak kegiatan LDNF 2021 bisamenjadi jembatan dalam pemenuhan kebutuhan fasilitas literasidigital di masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukanDiskominfo Sulteng akan mengupayakan pembangunan jaringaninternet di 100 titik blank spot lain di Bumi Tadulako.
“Kami apresiasi kegiatan ini. Dari sisi pelayanan administratifPemprov Riau telah membangun dan mengembangkan sistempemerintahan berbasis elektronik. Jadi sekarang kita tidaksistem manual lagi”, ungkap kadiskominfotik Riau ChairulRiski saat membuka acara di kota Riau. Ditekankan oleh beliau, kegiatan LDNF ini dapat memicu target untuk mendukungterwujudnya transformasi digital lebih baik lagi, namun juga diharapkan agar para kaum muda untuk bijak dalam menyaringsetiap informasi yang diterima melalui akses internet.
Salah satu perwakilan dari masyarakat Bandung yang hadir di Graha Manggala Siliwangi Bandung, seorang mahasiswaUniversitas Negeri semester akhir jurusan tehnik Bernama Arfandi berpendapat bahwa Literasi Digital Netizen Fair 2021 cukup penting dilaksanakan mengingat semakin luasnyapenggunaan teknologi digital informasi terutama dikalangananak-anak muda. “Acara ini lumayan cukup bagus yah diadakan, karena jarang sekali ada event-event seperti ini yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Apalagisaya sebagai anak muda yang tiap hari mengubah teknologidigital sangat menambah wawasan,” pungkasnya.
LDNF 2021 yang sukses dilaksanakan di hari pertamanya , Selasa 23 November, mampu menyedot atensi tidak kurang dari4000an peserta yang hadir secara luring dan juga diikuti olehribuan peserta secara daring ini, masih berlangsung hari ini (24 November) di 6 kota pelaksanaan LDNF. Untuk Netizen di kotaPadang, Pekanbaru, Pontianak, Bandung, Palu dan Papua masihmemiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari gelarankegiatan terbesar di Tanah air.**