LOLU SELATAN, MERCUSUAR – Ketua TP-PKK Kota Palu yang juga Bunda Genre Kota Palu, Diah Puspita turut ambil bagian dalam kegiatan Genre Go To School yang dilaksanakan di SMP Al-Azhar Mandiri Palu, Rabu (06/05/2026).
Dalam kegiatan tersebut mereka memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya pencegahan stunting melalui pendewasaan usia perkawinan. Edukasi ini disampaikan kepada perwakilan siswa dengan harapan dapat diteruskan kepada seluruh teman-temannya di lingkungan sekolah.
Ketua TP-PKK Kota Palu yang juga Bunda Genre Kota Palu, Diah Puspita menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang pada anak yang tidak hanya berdampak pada tinggi badan, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak dan kecerdasan.
“Stunting itu bukan hanya sekadar tinggi pendeknya badan, tetapi pertumbuhan dan perkembangan otak anak juga terganggu. Saya tidak ingin anak-anak Kota Palu mengalami stunting,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menghindari pernikahan dini karena berbagai dampak negatif yang ditimbulkan, baik dari sisi kesehatan, kesiapan fisik, maupun kematangan emosi.
“Anak-anak adalah orang tua di masa depan. Tapi ingat, tidak boleh menikah dini. Kalian harus mempersiapkan diri dengan baik, baik dari segi fisik, mental, maupun ekonomi, agar dapat melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Al-Azhar Mandiri Palu, Yuniarti H. Tunekon, M. Pd., Gr., mengapresiasi kehadiran Bunda Genre Kota Palu beserta jajarannya dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, sekolah yang dipimpinnya saat ini telah dinobatkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan. Bahkan, pihak sekolah juga telah menyiapkan pojok baca khusus yang membahas isu kependudukan, termasuk pendewasaan usia perkawinan sebagai upaya pencegahan stunting.
“Dengan perencanaan yang matang, kita bisa melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat secara ekonomi,” terangnya.
Ia menambahkan, berbagai program pendidikan yang diterapkan di sekolah bertujuan membentuk karakter siswa yang kuat, disiplin, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Kegiatan Genre Go To School kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif antara para siswa dan Bunda Diah. Sesi tersebut berlangsung penuh antusias, memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya serta berbagi pandangan terkait berbagai isu remaja dan kesehatan. UTM






