P2KB Sulteng Akan Turunkan Mahasiswa Data Stunting

drg. Herry Mulyadi

LOLU SELATAN, MERCUSUAR – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Tengah berencana menurunkan mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako (Untad) Palu untuk melakukan pendataan langsung terhadap masyarakat terdampak stunting di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan stunting yang dilakukan secara terintegrasi berbasis data lapangan. Sebelumnya, P2KB Sulteng telah meluncurkan aplikasi Depak Stunting yang dikembangkan bekerja sama dengan pihak Untad sebagai instrumen utama dalam pendataan, pemantauan, hingga intervensi penanganan stunting.
Kepala Dinas P2KB Sulteng, drg. Herry Mulyadi, mengatakan program tersebut saat ini terus berjalan dan tinggal menunggu kesiapan mahasiswa untuk turun langsung ke lapangan melakukan praktik sekaligus pendataan.
“Program pencegahan stunting tersebut saat ini terus berjalan, hanya saja memang kami tinggal menunggu para mahasiswa untuk turun praktik sekaligus mendata masyarakat yang terdampak stunting. Jadi ketika nantinya mereka sudah mendata, kami langsung merespon untuk ditindaklanjuti,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa tidak hanya memperkuat validitas data, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi langsung kepada masyarakat terkait pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
“Melalui aplikasi Depak Stunting, P2KB Sulteng menerapkan strategi terpadu dalam menekan angka stunting. Pendataan dilakukan secara digital dan akurat oleh mahasiswa di lapangan, mencakup kondisi gizi anak, ibu hamil, sanitasi lingkungan, hingga pola asuh keluarga. Data tersebut kemudian diolah untuk memetakan wilayah prioritas dengan tingkat risiko tinggi,” terangnya.
Selanjutnya, intervensi dilakukan secara cepat dan terukur oleh organisasi perangkat daerah terkait, seperti pemberian makanan tambahan, layanan kesehatan, serta edukasi gizi kepada masyarakat. Aplikasi ini juga dimanfaatkan sebagai media sosialisasi berkelanjutan mengenai pola hidup sehat dan pentingnya gizi seimbang.
Selain itu, sistem Depak Stunting memungkinkan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan kondisi anak dan keluarga, sehingga program penanganan dapat terus disempurnakan.
Dengan pendekatan berbasis teknologi serta kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, P2KB Sulteng optimistis upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di wilayah Sulawesi Tengah dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. UTM

Pos terkait