IMA Sulteng – Makassar Dorong Kepemimpinan Inklusif

Kepala DP3A Sulteng, Dr. Yudiawati V. Windarrusliana bersama unsur pemerintah, akademisi dan mahasiswa asal sulteng saat melaksanakan Dialog Publik bertema “Kepemimpinan Inklusif Dalam Membangun Generasi Unggul”, Kamis (20/8/2026) di Makassar. FOTO: IST

MAKASSAR, MERCUSUAR – Ikatan Mahasiswa Sulawesi Tengah Makassar (IMA SULTENG-MAKASSAR) kembali menghadirkan ruang diskusi bagi mahasiswa asal Sulawesi Tengah melalui Dialog Publik bertema “Kepemimpinan Inklusif Dalam Membangun Generasi Unggul”, Kamis (20/8/2026) di Makassar.

Kegiatan yang dipandu Fauzia Labou, tersebut menghadirkan tiga narasumber dari unsur pemerintah, akademisi dan mahasiswa, yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulteng, Dr. Yudiawati V. Windarrusliana, Dosen Psikologi UNM Muhammad Rhesa, serta Ketua Umum IMA SULTENG-MAKASSAR periode 2025-2026, Muhammad Afdhal Syahputra.

Kepala DP3A Sulteng, Dr. Yudiawati V. Windarrusliana, mengatakan dialog tersebut menjadi wujud nyata kepemimpinan yang inklusif sekaligus wadah bagi mahasiswa Sulteng di Makassar untuk berdiskusi dan mengembangkan diri.

“Kehadiran pemerintah dalam forum mahasiswa, merupakan langkah penting membangun sinergi antara pemerintah, akademisi dan generasi muda. Semangat kepemimpinan inklusif sejalan dengan sembilan Program BERANI Pemerintah Provinsi Sulteng, mulai dari BERANI Cerdas, BERANI Sehat, BERANI Lancar, BERANI Menyala, BERANI Berkah, BERANI Makmur, BERANI Harmoni, BERANI Sejahtera hingga BERANI Berintegritas,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah melalui DP3A terus mendorong pengarusutamaan gender serta pemberdayaan kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Hal itu dilakukan untuk memastikan setiap warga memiliki hak dan kedudukan yang sama tanpa diskriminasi.

Sementara itu, Muhammad Rhesa menekankan bahwa pemimpin inklusif harus mampu hadir dan mendengarkan semua kelompok tanpa membedakan latar belakang. Menurutnya, generasi unggul juga harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan perubahan zaman.

Ketua Umum IMA SULTENG-MAKASSAR Muhammad Afdhal Syahputra mengajak mahasiswa untuk terus berpikir kritis, melihat potensi daerah dan memberikan kontribusi nyata. “Kami menilai ruang diskusi penting untuk membentuk karakter mahasiswa sekaligus menjadi wadah mengawal berbagai isu pembangunan daerah,” terangnya.

Dialog tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat peran mahasiswa Sulteng di Makassar dalam pembangunan daerah melalui pemikiran kritis dan kepemimpinan yang merangkul semua. UTM

Pos terkait