Karya KPB Angkat Sejarah dan Identitas Lokal

Foto bersama pembina KPB Sulawesi Tengah, Ivha Abdullah (berdiri tengah), anggota komunitas dan tim. FOTO: DOK KPB SULTENG

PALU, MERCUSUAR – Komunitas Pemuda Berbudaya (KPB) Sulawesi Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan seni tari berakar pada budaya daerah. Dalam pertunjukan yang ditampilkan tidak sekadar menghadirkan keindahan gerak, tetapi juga dibangun atas dasara penelitian sejarah, tradisi, dan nilai sosial masyarakat lokal.

Dalam proses kreatif tersebut, koreografer sekaligus pengarah artistik KPB, Ivha Abdullah berperan penting dalam merancang konsep karya. Bersama tim, ia melakukan penelusuran budaya melalui diskusi dengan tokoh adat, seniman senior, hingga pengumpulan berbagai referensi lapangan sebelum sebuah tarian diproduksi.

Sejumlah karya berhasil lahir dari proses itu, di antaranya Tari Ranggingga Manggi yang mengisahkan sosok pemimpin perempuan di wilayah Tatanga, serta Tari Topo Teba Bulu yang menggambarkan kehidupan masyarakat penambang melalui perpaduan unsur tradisional dan sentuhan tari modern.

Ivha Abdullah, mengatakan bahwa inovasi menjadi langkah penting agar budaya tetap dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, budaya tidak cukup hanya diwariskan, tetapi juga harus dikemas secara kreatif agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, setiap karya yang diproduksi KPB selalu melalui proses pengkajian untuk memastikan pesan budaya yang disampaikan memiliki makna kuat dan identitas yang jelas.

KPB juga terus menghadirkan karya baru setiap mendapat kesempatan tampil pada berbagai ajang nasional. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Tengah melalui pertunjukan yang segar tanpa meninggalkan akar tradisi daerah.

Melalui pendekatan kreatif dan riset budaya yang berkelanjutan, KPB Sulawesi Tengah berharap seni pertunjukan dapat menjadi media edukasi sekaligus sarana memperkuat rasa bangga generasi muda terhadap warisan budaya daerah. IKI

Pos terkait