PALU, MERCUSUAR – Universitas Tadulako (Untad) memastikan tidak akan menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada tahun akademik 2026. Selain itu, kampus terbesar di Sulawesi Tengah tersebut juga menunda rencana penerapan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) pada program studi selain Kedokteran.
Kebijakan tersebut disampaikan Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., usai kegiatan Serah Terima Berita Acara Pelaksanaan Ujian (BAPU) UTBK Seleksi Mandiri Untad Tahun 2026, Rabu (10/6/2026).
Menurut rektor, sebelumnya Untad sempat mempertimbangkan penyesuaian UKT pada sejumlah program studi yang masih memiliki besaran UKT relatif rendah. Kampus juga menyiapkan skema penerapan IPI pada beberapa program studi lain di luar Kedokteran.
Namun setelah mempertimbangkan kondisi perekonomian masyarakat dan berbagai masukan dari pemerintah pusat, Untad memutuskan menunda seluruh rencana tersebut.
“Tidak ada kenaikan UKT sama sekali tahun ini. Begitu juga IPI, untuk sementara hanya diberlakukan pada Program Studi Kedokteran,” ujarnya.
Ia mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan universitas terhadap masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Meski demikian, keputusan itu dipastikan tidak akan memengaruhi kualitas layanan pendidikan maupun proses pembelajaran.
“Alhamdulillah kondisi keuangan universitas masih mampu meng-cover seluruh kebutuhan operasional. Sistem pembelajaran, penelitian, dan pelayanan akademik tetap berjalan normal,” katanya.
Rektor menjelaskan bahwa IPI berbeda dengan UKT. Besaran IPI dihitung berdasarkan Biaya Kuliah Tunggal (BKT), bukan UKT. Berdasarkan regulasi yang berlaku, IPI dapat ditetapkan hingga maksimal empat kali nilai BKT suatu program studi.
Untuk Program Studi Kedokteran, nilai BKT mencapai sekitar Rp75 juta per tahun sehingga IPI ditetapkan sebesar Rp300 juta. Besaran tersebut hanya berlaku bagi mahasiswa baru Program Studi Kedokteran dan tidak diterapkan pada 64 program studi lainnya di Untad.
Rektor menambahkan, kondisi keuangan universitas saat ini masih cukup sehat. Hal itu ditunjukkan dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2025 yang menunjukkan tata kelola dan perencanaan keuangan kampus berjalan baik. JEF






