Rudi Dewanto, Jangan Tunggu Sakit Baru Periksa!

KESADARAN mendeteksi penyakit dan gangguan penglihatan sejak dini menjadi pesan tegas yang disampaikan Gubernur melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Rudi Dewanto, S.E., M.M pada pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Sulawesi Tengah di Hotel Santika, Selasa (3/11).

“Deteksi dini adalah langkah sederhana, tetapi dapat menentukan kualitas hidup seseorang di masa mendatang,” ucap Asisten Rudi membaca utuh sambutan Gubernur Sulteng.

Kehilangan indera penglihatan lanjutnya dapat mengurangi kemandirian, membatasi kesempatan belajar dan bekerja, hingga menurunkan kualitas hidup seseorang.

Karena itu, masyarakat diminta memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang sudah disediakan pemerintah guna memitigasi potensi penyakit kronis yang tidak diinginkan.

Gubernur juga menyoroti pentingnya pemerataan tenaga dokter spesialis mata di Sulteng agar masyarakat yang tinggal di pelosok dapat merasakan layanan yang sama dan setara dengan masyarakat di perkotaan.

Ia pun mengajak putra-putri daerah khususnya kalangan dokter agar mau melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis melalui dukungan program BERANI Cerdas Kuliah.

“Kita ingin supaya semakin banyak dokter spesialis yang lahir dari daerah dan mau kembali mengabdi untuk masyarakat,” terangnya demi terwujud layanan kesehatan yang terbaik dan merata.

Sementara itu, Ketua PERDAMI Sulteng dr. Santy Kusumawaty, Sp.M., M.Kes mengatakan penanganan penyakit yang berkaitan dengan penglihatan sangat membutuhkan kolaborasi erat antarpihak.

Untuk itu, momentum Rakerwil diharapkan memicu lahirnya gagasan, komitmen dan program yang berdampak nyata ke masyarakat.

Senada, Sekretaris IDI Sulteng dr. David Pakaya, M.Biomed berharap PERDAMI proaktif dalam mendorong pemerataan dokter spesialis mata terutama di kabupaten yang hingga kini belum memiliki dokter spesialis tersebut, seperti Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.

Pembukaan Rakerwil turut dihadiri pimpinan rumah sakit, pejabat Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota terdekat, perwakilan organisasi profesi kesehatan, serta mitra kerja PERDAMI.MAN

Pos terkait