Permintaan Beras Organik Pertani Dampingan PT Vale Terus Meningkat

Upaya membangun pertanian organik di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, PT Vale terus memperkuat pendampingan petani.FOTO : HUMAS PT VALE

KOLAKA, MERCUSUAR – Upaya membangun pertanian organik di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, terus diperkuat melalui pendampingan petani dan penguatan kelembagaan. Salah satunya melalui lokakarya Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) yang difasilitasi PT Vale Indonesia Tbk pada 26–27 Oktober 2026 di Desa Puuroda.

Lokakarya tersebut menjadi ruang evaluasi bagi petani untuk melihat perkembangan penerapan pertanian ramah lingkungan selama empat tahun terakhir sekaligus merumuskan langkah pengembangan ke depan.

Sekitar 120 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri atas petani binaan, perwakilan asosiasi, serta unsur pemerintah daerah. Pembahasan mencakup berbagai tantangan teknis dan manajerial, termasuk upaya memperkuat kelembagaan petani agar mampu mengelola usaha pertanian secara mandiri.

Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma, mengatakan pengalaman petani selama menjalankan praktik pertanian organik menjadi bahan penting dalam mengevaluasi program dan menentukan langkah selanjutnya.

Menurutnya, peningkatan keterampilan budidaya perlu berjalan beriringan dengan penguatan organisasi petani. Dengan demikian, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada pendampingan perusahaan, tetapi juga kemampuan kelompok petani dalam mengelola kegiatan secara mandiri.

“Melalui lokakarya ini, pengalaman petani menjadi bahan pembelajaran bersama untuk merumuskan rekomendasi dan langkah tindak lanjut, sehingga praktik PSRLB dapat terus berkembang serta didukung oleh kelembagaan petani yang semakin mandiri,” kata Endra.

Program ini juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Kolaka melalui Dinas Pertanian dan Balai Penyuluhan Pertanian. Sinergi tersebut diharapkan memperluas dukungan kebijakan dan pendampingan teknis bagi petani di empat kecamatan.

Camat Baula, Syahrial Darmawan, mengapresiasi perkembangan program PSRLB yang telah berjalan sejak awal 2022 di Desa Hubonga dan Desa Puuroda.

Menurutnya, penerapan pertanian ramah lingkungan mulai menunjukkan hasil, terutama dari perkembangan produksi beras organik dan peningkatan pendapatan petani. Bahkan, permintaan pasar terhadap beras organik dinilai cukup tinggi, meski belum seluruhnya dapat dipenuhi karena keterbatasan stok.

“Alhamdulillah, setelah empat tahun kita bisa melihat bagaimana potensi beras organik semakin berkembang dan turut meningkatkan pendapatan petani. Pasarnya sangat baik, tetapi permintaan masih cukup besar sementara ketersediaan stok terbatas,” ujar Syahrial.

Selain membahas perkembangan ekonomi petani, lokakarya tersebut juga menghasilkan empat rekomendasi utama untuk pengembangan PSRLB. Salah satu perhatian penting adalah pemulihan kesehatan tanah yang selama ini terdampak penggunaan bahan kimia secara berlebihan.

Petani didorong kembali mengoptimalkan bahan-bahan alami dalam kegiatan budidaya, termasuk mengolah limbah pertanian dan rumah tangga menjadi pupuk organik.

Manfaat praktik tersebut dirasakan langsung oleh Indah, salah satu petani peserta lokakarya. Ia mengaku mulai memanfaatkan bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna untuk diolah menjadi kompos.

Hasilnya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pertanian sendiri, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan melalui penjualan kompos dan tanaman pekarangan.

“Sekarang saya bisa membuat pupuk organik dari bahan yang sebelumnya terbuang menjadi bermanfaat. Saya juga bisa menjual kompos dan tanaman dari pekarangan rumah. Sesuatu yang awalnya tidak menghasilkan, sekarang bisa menjadi sumber pendapatan,” tutur Indah.

Pengalaman Indah menjadi salah satu gambaran bahwa penerapan pertanian ramah lingkungan tidak hanya berkaitan dengan perubahan cara bercocok tanam. Jika dikelola secara konsisten, praktik tersebut juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi petani sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya pertanian di Kolaka.TIN

Pos terkait