TANAMODINDI, MERCUSUAR – Pemerintah Kota Palu memberikan kesempatan kepada 10 pelaku usaha penyandang disabilitas untuk mengikuti program pelatihan dan bantuan kewirausahaan, melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu. Program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Palu yang inklusif dan ramah difabel.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu, Zulkifli mengatakan, penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama dengan peserta lainnya dalam program pengembangan kewirausahaan tersebut. Kebijakan ini merupakan bagian dari 53 program Pemerintah Kota Palu, khususnya program Kota Palu Ramah Difabel.
“Difabel juga tidak kita bedakan. Sistemnya sama dengan teman-teman yang lain. Ini terkait program Pemerintah Kota Palu yang masuk dalam 53 program, yaitu Kota Palu Ramah Difabel,” kata Zulkifli seusai menutup Pelatihan Wirausaha di Media Center Universitas Tadulako, Sabtu (31/10/2026).
Ia menjelaskan, pelatihan berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan narasumber dari inkubator bisnis, akademisi, pendamping halal, hingga Kejaksaan. Dari lebih 200 pendaftar, sebanyak 165 peserta dinyatakan lolos seleksi dan direncanakan menerima bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta per usaha.
Zulkifli berharap peserta dapat menerapkan materi pelatihan untuk meningkatkan pengelolaan dan mengembangkan usaha masing-masing. Program bantuan kewirausahaan ini merupakan pelaksanaan kedua dan diharapkan berlanjut pada tahun mendatang dengan peluang penambahan jumlah penerima.
Salah satu peserta penyandang disabilitas, Elisabriani (30), mengapresiasi kesempatan yang diberikan pemerintah. Pemilik usaha kerajinan rajut dengan merek Elisa Rajut tersebut mengaku baru pertama kali mengikuti program kewirausahaan yang diselenggarakan Pemkot Palu.
Ia berharap pelatihan dan bantuan modal usaha tersebut dapat mendukung pengembangan usahanya sekaligus membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk semakin mandiri secara ekonomi. UTM






