BIROBULI SELATAN, MERCUSUAR – Aktivitas perhotelan di Kota Palu tetap berjalan normal pascagempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang berpusat di wilayah Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (16/6/2026). Sejumlah manajemen hotel memastikan tidak terjadi kerusakan struktural yang mengganggu operasional maupun keselamatan tamu.
General Manager Hotel KHAS Palu, Denny Supriatna, mengatakan pemeriksaan menyeluruh langsung dilakukan sesaat setelah gempa terjadi. Selain mengevakuasi tamu dan karyawan sesuai prosedur, tim hotel juga melakukan pengecekan terhadap seluruh bagian bangunan hingga ke setiap kamar.
“Kami bergerak cepat melakukan evakuasi dan pemeriksaan bangunan. Hasil pengecekan menunjukkan tidak ada kerusakan yang mengganggu operasional hotel. Yang paling penting, seluruh tamu dan staf dalam kondisi aman,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Menurut Denny, kesiapsiagaan menghadapi bencana telah menjadi bagian dari prosedur operasional hotel. Tahun lalu, manajemen bersama BPBD telah melaksanakan sosialisasi dan simulasi evakuasi gempa bagi seluruh karyawan.
“Palu adalah daerah rawan gempa. Karena itu pemahaman mitigasi harus terus diperkuat agar seluruh tim siap menghadapi kondisi darurat,” katanya.
Hal senada disampaikan General Manager Hotel Best Western Plus Coco Palu, Efendy Lakada. Ia memastikan operasional hotel tetap berjalan normal meskipun sempat beredar video di media sosial yang mengklaim terjadi kerusakan bangunan hotel akibat gempa.
“Setelah dilakukan pemeriksaan internal, tidak ditemukan kerusakan struktural yang signifikan. Seluruh fasilitas utama tetap berfungsi normal,” jelasnya.
Menurut Efendy, hanya satu unit lift tamu yang saat ini dijadwalkan menjalani perbaikan. Sementara sejumlah kerusakan ringan lainnya masih dalam tahap inventarisasi.
Ia menambahkan, pihak hotel terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tim mitigasi bencana Kota Palu untuk memastikan keselamatan tamu dan karyawan tetap terjaga.
Sementara itu, Public Relations Manager Swiss-Belhotel Silae Palu, Thysa Massie, mengatakan aktivitas hotel tetap berlangsung seperti biasa meskipun lokasinya berada di kawasan pesisir Teluk Palu.
“Semua kegiatan yang sudah terjadwal tetap berjalan. Tidak ada agenda yang ditunda akibat gempa,” ujarnya.
Di tengah situasi pascagempa, Pemerintah Kota Palu mengeluarkan surat edaran yang mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan, serta hanya mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah, BPBD dan BMKG.
Bagi pelaku usaha perhotelan di Kota Palu, gempa kali ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan tidak boleh dianggap sebagai formalitas. Di kota yang pernah mengalami bencana besar pada 2018, kemampuan merespons keadaan darurat dengan cepat menjadi bagian penting dalam menjaga rasa aman masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Sulawesi Tengah. AGUNG






