Produksi Ikan Kering Meningkat Saat Kemarau

Pekerja sedang mengangkat ikan kering usai di jemur di kawan pantai Mamboro, Palu, Selasa (18/8/2026). FOTO: MUHAMMAD RIFKI/MS

MAMBORO, MERCUSUAR – Produksi ikan tembang kering di kawasan pantai Mamboro, Palu mengalami peningkatan selama musim kemarau, Selasa (18/8/2026).

Kondisi cuaca yang lebih panas membuat proses penjemuran ikan berlangsung lebih cepat sehingga mampu meningkatkan jumlah produksi untuk memenuhi permintaan pasar.

Seorang pengusaha ikan kering, Agus mengatakan produksi ikan tembang kering meningkat dari sebelumnya sekitar 250 kilogram menjadi 350 hingga 400 kilogram per hari saat musim kemarau.

“Kalau musim kemarau, proses penjemuran lebih cepat dan produksi bisa meningkat,”imbuhnya.
Menurut Agus, ikan tembang kering tersebut dijual dengan harga sekitar Rp 50 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. Peningkatan produksi dilakukan untuk memenuhi permintaan konsumen yang berasal dari sejumlah daerah di Sulawesi Tengah.

Ikan tembang kering hasil produksi tersebut dipasarkan ke wilayah Palu, Sigi dan Donggala. Permintaan yang tetap tinggi menjadi salah satu faktor yang mendorong pelaku usaha meningkatkan produksi selama kondisi cuaca mendukung.

Musim kemarau dinilai memberikan keuntungan bagi pengusaha ikan kering karena intensitas sinar matahari yang lebih tinggi mempercepat proses pengeringan. Kondisi tersebut memungkinkan ikan lebih cepat siap dipasarkan dan meningkatkan kapasitas produksi harian. IKI

Pos terkait