Dimas Adi Tunjukkan Mental Petarung di Laga Kontra Timor Leste

PALU, MERCUSUAR– Dimas Adi Prasetya kembali menunjukkan kualitas dan karakter pantang menyerah saat dipercaya bermain penuh bersama Timnas Indonesia U-19 menghadapi Timor Leste pada laga ASEAN Boys U-19 Championship 2026, Kamis (4/6/2026).

Meski tidak mencetak gol, penampilan putra Desa Nunurantai, Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong itu menjadi salah satu elemen penting dalam kemenangan meyakinkan Indonesia 3-0 atas Timor Leste.

Tiga gol Garuda Muda masing-masing dicetak Reno Salampessy pada menit ke-42, Irpan Siregar menit ke-62, dan Arkhan Kaka menit ke-64.

Di lini depan, Dimas memberikan warna tersendiri. Pergerakannya tanpa bola berulang kali merepotkan pertahanan Timor Leste. Ia terus membuka ruang, melakukan kombinasi umpan satu-dua, serta menarik perhatian pemain belakang lawan sehingga rekan-rekannya mendapatkan celah untuk melakukan penyelesaian akhir.
Namun yang paling menonjol dari penampilannya bukan sekadar aspek teknis, melainkan daya juangnya yang tidak pernah surut sepanjang pertandingan.

Dimas terus berlari mengejar bola, membantu membangun serangan, lalu kembali berlari untuk melakukan pressing. Ketika terjatuh akibat pelanggaran keras di depan kotak penalti lawan, ia memilih segera bangkit dan melanjutkan permainan tanpa mengulur waktu.

Padahal saat itu Indonesia sudah unggul 3-0 dan ia memiliki kesempatan untuk tetap terbaring di lapangan. Namun Dimas menunjukkan mentalitas berbeda. Ia memilih berdiri dan kembali bertarung demi tim.
Tak hanya aktif di area penyerangan, pemain yang kini memperkuat PSM Makassar EPA U-20 itu juga beberapa kali turun hingga ke area pertahanan sendiri untuk membantu rekan-rekannya mengamankan serangan lawan.

Penampilan tersebut semakin menegaskan karakter Dimas sebagai striker pekerja keras. Ia bukan hanya penyerang yang menunggu bola di depan gawang, tetapi juga petarung yang rela berkorban untuk kepentingan tim.

Pada laga perdana melawan Myanmar yang disiarkan salah satu stasiun TV Swasta tanah air, Dimas masuk sebagai pemain pengganti dan langsung tampil gemilang dengan mencetak dua dari tiga gol kemenangan Indonesia 3-1. Sementara pada laga melawan Timor Leste, kontribusinya memang tidak tercatat di papan skor, tetapi energi, kerja keras, dan semangat juangnya menjadi salah satu faktor yang membantu Garuda Muda meraih kemenangan kedua di turnamen ini.

Dimas membuktikan bahwa seorang striker tidak selalu diukur dari jumlah gol yang dicetak. Kadang, nilai terbesar seorang penyerang justru terlihat dari kemauannya untuk terus berlari, jatuh, bangkit, lalu berlari lagi demi lambang Garuda di dada. CLG

Pos terkait