Messi, Mbappé, dan Haaland Memburu Top Skor

MERCUSUAR – Matchday kedua babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 yang berlangsung Selasa (23/6/2026) dipastikan menyajikan pertarungan menarik. Bukan hanya antarnegara, tetapi juga dalam perebutan gelar pencetak gol terbanyak atau Golden Boot.

Tiga nama besar menjadi sorotan utama, Lionel Messi (Argentina), Kylian Mbappé (Prancis), dan Erling Haaland (Norwegia). Ketiganya tampil gemilang pada laga pembuka dan kini bersaing ketat di papan atas daftar top skor sementara.

Messi, sang legenda hidup sepak bola dunia, memimpin perburuan dengan koleksi tiga gol setelah mencetak hattrick pada laga pertama Argentina. Di belakangnya, Mbappé dan Haaland sama-sama mengoleksi dua gol, hasil brace yang mereka cetak pada pertandingan perdana.

Diantara mereka ada Jonathan David. Pemain timnas Kanada itu mencetak hat-trick saat membantai Qatar dengan skor telak 6-0 pada pertandingan kedua Grup B.

Persaingan tiga generasi berbeda ini menjadi salah satu cerita paling menarik di Piala Dunia 2026. Messi mewakili pengalaman dan kematangan, sementara Mbappé dan Haaland hadir sebagai simbol dominasi generasi baru sepak bola dunia.

Messi dan Misi Memperlebar Jarak

Argentina akan menghadapi Austria dalam laga Grup J yang digelar di Stadion AT&T, Texas. Setelah tampil luar biasa saat membantai Aljazair, Messi kembali menjadi tumpuan utama Albiceleste untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya sekaligus memperkokoh posisinya di puncak daftar pencetak gol.

Austria diperkirakan akan menerapkan pendekatan defensif dengan menumpuk pemain di area pertahanan dan memberikan tekanan ketat terhadap Messi. Pelatih Ralf Rangnick diyakini memahami bahwa membatasi ruang gerak kapten Argentina merupakan kunci utama untuk meredam kekuatan lawan.

Namun, fleksibilitas taktik Lionel Scaloni dan kreativitas lini tengah Argentina, berpadu dengan kemampuan Messi membaca ruang sering kali membuat strategi bertahan lawan runtuh pada babak kedua. Absennya bek Stefan Posch akibat cedera juga menjadi kerugian besar bagi Austria dalam menghadapi serangan juara bertahan.

Jika mampu kembali mencetak gol, Messi berpeluang memperlebar jarak dari para pesaingnya dan memperkuat peluang meraih Golden Boot di penghujung karier internasionalnya.

Mbappé Berpeluang Menyalip

Di Grup I, Prancis akan menghadapi Irak. Di atas kertas, Les Bleus memiliki kualitas yang jauh lebih unggul dibanding lawannya.

Mbappé tampil impresif saat membawa Prancis menang 3-1 atas Senegal. Selain mencetak dua gol, penyerang Real Madrid itu memperlihatkan kombinasi kecepatan, visi bermain, dan kemampuan penyelesaian akhir yang sangat efektif.

Berbeda dengan Haaland yang lebih banyak menunggu suplai bola di kotak penalti, Mbappé memiliki kemampuan menciptakan peluangnya sendiri. Ia aktif bergerak dari sisi lapangan, menjemput bola, dan mengeksploitasi ruang kosong yang ditinggalkan lawan.

Menghadapi Irak yang sebelumnya kebobolan empat gol dari Norwegia, peluang Mbappé untuk menambah koleksi gol terbuka sangat lebar. Pelatih Didier Deschamps kemungkinan akan menginstruksikan timnya untuk bermain agresif sejak awal guna memastikan kemenangan cepat.

Apabila Prancis mampu mendominasi pertandingan sebagaimana prediksi banyak pengamat, Mbappé berpotensi menjadi pemain pertama yang menyalip perolehan gol Messi.

Haaland Hadapi Ujian Sesungguhnya

Sementara itu, Norwegia akan menghadapi Senegal dalam laga yang diprediksi menjadi pertandingan paling ketat di antara tiga laga tersebut.

Haaland membuka debutnya di putaran final Piala Dunia dengan dua gol ke gawang Irak. Ketajaman striker Manchester City itu kembali terlihat melalui insting mencetak gol yang luar biasa serta kemampuannya memenangkan duel fisik dengan para bek lawan.

Namun, Senegal menawarkan tantangan yang berbeda. Tim asal Afrika tersebut memiliki pertahanan yang jauh lebih disiplin dan kuat dibanding Irak. Karena itu, Norwegia tidak bisa hanya mengandalkan umpan silang atau bola-bola panjang ke arah Haaland.

Kunci keberhasilan Norwegia akan terletak pada kemampuan Haaland melakukan pergerakan tanpa bola untuk mencari celah di antara lini pertahanan Senegal. Jika mampu melepaskan diri dari pengawalan ketat bek-bek lawan, peluang mencetak gol tetap terbuka.

Meski demikian, dibanding Messi dan Mbappé, jalan Haaland untuk menambah koleksi gol tampak lebih sulit pada matchday kedua ini.

Siapa Paling Berpeluang?

Format baru Piala Dunia yang memberikan lebih banyak pertandingan membuat persaingan Golden Boot diperkirakan akan berlangsung hingga fase-fase akhir turnamen. Para analis memperkirakan peraih gelar top skor tahun ini membutuhkan setidaknya sembilan hingga sebelas gol.

Melihat lawan yang dihadapi pada matchday kedua, Mbappé tampak memiliki peluang terbesar untuk menambah pundi-pundi gol dan bahkan merebut puncak klasemen pencetak gol sementara. Irak masih menunjukkan sejumlah kelemahan di sektor pertahanan yang bisa dieksploitasi oleh lini serang Prancis.

Messi tetap menjadi ancaman utama berkat konsistensi dan kecerdasannya dalam membaca permainan. Sementara Haaland harus melewati ujian berat menghadapi pertahanan Senegal yang terkenal kuat dan disiplin.

Apapun hasilnya, pertandingan Selasa nanti tidak hanya menentukan nasib Argentina, Prancis, dan Norwegia di fase grup, tetapi juga menjadi babak baru dalam perebutan mahkota pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026. Di satu sisi ada Messi, sang legenda yang ingin menutup kariernya dengan satu prestasi lagi. Di sisi lain, Mbappé dan Haaland berusaha membuktikan bahwa era baru sepak bola dunia telah benar-benar dimulai. TMU

Pos terkait