PALU, MERCUSUAR – Tim tinju Sulawesi Tengah (Sulteng) membuat kejutan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Piala Menko Infrastruktur Pembangunan dan Kewilayahan (IPK) 2026 di Jakarta. Tanpa target medali, tim Pengprov PERTINA Sulteng justru sukses membawa pulang lima medali, terdiri dari satu emas, satu perak, dan tiga perunggu.
“ Sebenarnya ini tanpa target karena hanya mencari jam terbang untuk PON Beladiri dan BK PON. Tapi alhamdulillah bisa melampaui target dengan satu emas, satu perak, dan tiga perunggu. Artinya, ini kejutan,” ujar pelatih tinju Sulteng, Ninong, kepada Mercusuar, Senin (26/10/2026).
Sebanyak 10 petinju Sulteng yang berasal dari Poso, Donggala, Palu, serta siswa SMANOR tampil pada kategori junior, youth, dan elite. Meski seluruh kategori diikuti, perhatian utama tim sebenarnya tertuju pada kategori elite sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda kompetisi mendatang.
Ninong mengakui, pembinaan tinju Sulteng masih menghadapi keterbatasan, terutama fasilitas dan tempat latihan yang dinilai jauh tertinggal dibandingkan sejumlah provinsi lain. Namun, keseriusan Ketua Umum PERTINA Sulteng saat ini dalam memajukan organisasi menjadi motivasi tambahan bagi atlet dan pelatih untuk terus berkembang.
“Kita jauh tertinggal. Namun, hasil di kejurnas ini membuat kita semakin termotivasi,” katanya.
Dari lima medali yang diraih, emas dipersembahkan Moh. Yusril pada kelas 46–48 kilogram Youth Boys. Medali perak diraih Mark Anthony Kantohe di kelas 52–54 kilogram Junior Boys. Sementara tiga perunggu masing-masing diraih Cristian Wetesi (Elite Man 54 kg), Abdul Muthalib Razak (Elite Man 60 kg), dan Fitri Ramadhani (Youth Woman 45–48 kg).
Usai kejurnas, para petinju hanya memiliki waktu pemulihan beberapa hari sebelum kembali menghadapi agenda Porprov dan POPDA. Pengaturan waktu istirahat dan kondisi berat badan atlet menjadi perhatian tim pelatih agar para petinju tetap siap menghadapi pertandingan berikutnya.
Hasil kejurnas ini menjadi modal penting bagi tinju Sulteng untuk mengevaluasi kemampuan atlet sekaligus memetakan pekerjaan rumah pembinaan menuju persaingan di level nasional. CLG






