Sesar Paling Aktif di Indonesia: “Sesar Palu-Koro”

Oleh: Ir. Drs. Abdullah, MT.

Ada 3 pulau dengan jumlah sesar aktif terbanyak, yakni Sumatera (bertambah dari 56 menjadi 86 sesar aktif), Jawa (bertambah dari 36 menjadi 82 sesar aktif) dan Sulawesi (bertambah dari 48 menjadi 77 sesar aktif). Adapun pulau dengan sesar aktif paling sedikit adalah Kalimantan (bertambah dari 3 menjadi 11 sesar aktif).

Bertambahnya jumlah sesar tersebut bukan berarti bumi Indonesia semakin banyak yang retak, melainkan perkembangan teknologi pemetaan geologi, seismologi, dan satelit geodetis yang semakin akurat sehingga semakin banyak sesar aktif yang bisa teridentifikasi. Ke depan, seiring dengan perkembangan teknologi yang tiada henti, jumlah sesar aktif yang teridentifikasi di Indonesia bisa saja bertambah lagi, sehingga jumlahnya menjadi lebih banyak dibanding 401 sesar aktif pada 2024.

Kecepatan Pergeseran Sesar

Kecepatan atau laju pergeseran (slip rate)  Sesar Palu-Koro adalah 14 – 17 mm/tahun (Adjat Sudradjat, 1981) kemudian menjadi 40 mm/tahun dengan batas atas 58 mm/tahun (Mudrik Rahmawan Daryono, 2016). Perbedaan ini disebabkan oleh lokasi sampel dan waktu penelitian yang berbeda. Sebagai sesar aktif yang di sekitarnya bekerja sejumlah gaya tektonik dengan arah yang berbeda-beda maka wajar jika kecepatan pergeseran Sesar Palu-Koro mengalami peningkatan.

Bandingkan kecepatan pergeseran Sesar Palu-Koro dengan kecepatan pergeseran sesar-sesar aktif lainnya di Indonesia, yang dikelompokkan berdasarkan wilayah (ANTARA, 2019 dan sumber lainnya), sebagai berikut:

Wilayah Sumatera

  • Sesar Sumatera (Sesar Semangko): Membentang dari ujung ke ujung sepanjang 1.900 km. Sesar geser menganan (dextral) dengan kecepatan pergeseran antara 10 – 27 mm/tahun.
  • Sesar Mentawai (Sumatra Barat): Sesar naik aktif yang berada di laut di sepanjang Kepulauan Mentawai dengan kecepatan pergeseran antara 10 – 14 mm/tahun.

Wilayah Jawa

  • Sesar Cimandiri: Membentang dari Pelabuhan Ratu hingga Padalarang, melewati Cianjur dan Bandung Barat. Jenis pergerakan dominan sesar naik dengan komponen mendatar mengiri. Kecepatan pergeserannya antara 4 – 6 mm/tahun.
  • Sesar Lembang: Memanjang sekitar 29 km di utara Kota Bandung. Sesar geser/turun. Kecepatan pergeserannya antara 3 – 5 mm/tahun.
  • Sesar Baribis: Sesar naik yang membentang di utara Jawa bagian barat dan melewati bagian selatan Jakarta. Kecepatan pergeserannya antara 1 – 2,5 mm/tahun.
  • Sesar Opak: Sesar aktif yang melewati Sungai Opak dan pernah memicu gempa besar Yogyakarta pada 2006. Kecepatan pergeserannya antara 1 – 3 mm/tahun.
  • Sesar Kendeng: Sesar naik besar yang memanjang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Kecepatan pergeserannya antara 2,3 – 5,6 mm/tahun.
  • Sesar Surabaya dan Sesar Bojonegoro: Sesar lokal di Jawa Timur yang bergerak lambat dengan kecepatan pergeserannya antara 0,05 – 1 mm/tahun.

Wilayah Sulawesi

  • Sesar Palu-Koro: Membentang dengan arah hampir utara – Selatan. Mulai dari pertemuan Selat Makassar – Laut Sulawesi, membelah Teluk Palu dan Kota Palu,  sampai Pantai utara Teluk Bone. Sesar mendatar mengiri (sinistral) dengan kecepatan pergeseran 40 mm/tahun dengan batas atas  58 mm/tahun, tercatat sebagai sesar paling berbahaya di Indonesia.
  • Sesar Gorontalo: Sesar mendatar/oblique (serong) dengan kecepatan pergeseran antara 11 – 12 mm/tahun.
  • Sesar Matano: Sesar mendatar mengiri dengan kecepatan pergeseran antara 20 – 28 mm/tahun.
  • Sesar Lawanopo: Sesar mendatar di Sulawesi Tenggara dengan kecepatan pergeseran antara 4 – 7 mm/tahun.

Wilayah Papua dan Maluku

  • Sesar Yapen: Sesar mendatar aktif yang melintasi Pulau Yapen di utara Papua. Estimasi pecepatan pergeserannya mencapai 46 ± 12 mm/tahun.
  • Sesar Tarera-Aiduna: Bergerak sekitar 15 – 20 mm/tahun. Terletak di bagian leher burung selatan Pulau Papua.
  • Sesar Sorong: Kecepatan pergeseran 20 – 30 mm/tahun. Sesar mendatar mengiri (sinistral) ini memanjang dari wilayah utara Papua hingga ke Maluku Utara dan bagian timur Sulawesi Tengah.

Bandingkan pula kecepatan pergeseran Sesar Palu-Koro dengan kecepatan pergeseran sesar-sesar aktif lainnya di dunia, yakni (dari berbagai sumber):

  • Sesar Palu-Koro (Indonesia): Kecepatan pergeseran 40 mm/tahun dengan batas atas  58 mm/tahun.
  • Sesar San Andreas (Amerika Serikat): Kecepatan pergeseran antara 20 – 35 mm/tahun. Sesar mendatar ini membelah wilayah California dan membatasi Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara.
  • Sesar Anatolia Utara (Turki): Bergerak sekitar 20 – 25 mm/tahun. Sesar geser mendatar yang sangat aktif ini menjadi pemicu berbagai gempa bumi merusak di wilayah Turki.
  • Sesar Alpine (Selandia Baru): Sesar geser/naik dengan Kecepatan pergeseran antara 25 – 30 mm/tahun. Jalur sesar ini mendominasi pulau selatan Selandia Baru dan mengakomodasi pergeseran Lempeng India-Australia terhadap Lempeng Pasifik.
  • Sesar Sagaing (Myanmar): Kecepatan pergeserannya antara 18 – 20 mm/tahun. Sesar geser menganan (dekstral) ini memanjang sejauh 1.400 km membelah wilayah daratan padat penduduk di Myanmar.
  • Sesar Altyn Tagh (Tiongkok/Tibet): Bergerak sekitar 8 – 11 mm/tahun. Sesar geser mengiri raksasa ini membantu mengakomodasi desakan daratan India yang menumbuk benua Asia.
  • Sesar Laut Mati / Dead Sea Transform (Timur Tengah): Bergerak sekitar 4 – 5 mm/tahun. Sesar ini membatasi Lempeng Arab dan Lempeng Afrika.

Gempabumi Sesar Palu-Koro

Setiap hari, Stasion Geofisika Palu (PCI) merekam aktivitas Sesar Palu-Koro yang memicu beberapa kali hingga puluhan kali gempa kecil. Rekaman tersebut merupakan salah satu bukti bahwa Sesar Palu-Koro tergolong sesar aktif. Sejak pertama kali diidentifikasi pada 1901 sampai hari ini, aktivitas Sesar Palu Koro telah beberapa kali memicu gempabumi signifikan dan merusak, atau menimbulkan bencana gempabumi dan beberapa diantaranya disertai bencana geologi lainnya.

Data di atas menunjukkan gempabumi merusak yang dipicu oleh aktivitas Sesar Palu-Koro dalam kurun waktu sekitar 120 tahun terakhir. Data tersebut sekaligus membuktikan bahwa Sesar Palu-Koro sangat sering menimbulkan bencana gempabumi dan lebih sering dibanding sesar aktif lain di Indonesia, bahkan (mungkin) di seluruh dunia.

Sesar Paling Aktif dI Indonesia

Perhatikan Sesar Yapen di atas. Kecepatan pergeserannya 46 ± 12 mm/tahun (34 – 58 mm/tahun). Sementara itu, kecepatan pergeseran Sesar Palu-Koro 40 mm/tahun dengan batas atas  58 mm/tahun. Berarti, kecepatan pergeseran kedua sesar tersebut  boleh dikatakan sama. Tetapi, dari segi aktivitas, terutama jumlah gempabumi merusak yang ditimbulkan, Sesar Palu-Koro jauh melampaui Sesar Yapen yang hanya 4 atau 5 kali menimbulkan gempabumi merusak dalam kurun waktu yang sama, yakni sekitar 120 tahun terakhir [Retia K. D. dan Rizal S. N. (2020) serta yang lainnya].

Seandainya 2 parameter di atas, yakni: jumlah kejadian gempabumi merusak yang ditimbulkan dan kecepatan pergeseran sesar yang jadi patokan untuk disebut “sesar  paling aktif”, bisa disimpulkan bahwa Sesar Palu-Koro adalah sesar paling aktif di Indonesia. Dan, kesimpulan ini memang sudah berkembang sejak lama dalam berbagai narasi, tulisan maupun tulisan.

Sesar Paling Aktif di Dunia

Selama ini berkembang narasi bahwa Sesar Palu-Koro termasuk salah satu sesar paling aktif di dunia. Seandainya 2 parameter tersebut dilekatkan pada setiap sesar aktif di berbagai belahan bumi, Sesar Palu-Koro masih lebih unggul. Artinya, bisa dikatakan bahwa Sesar Palu-Koro adalah juga sesar paling aktif di dunia, bukan hanya salah satu sesar paling aktif di dunia.

Penutup

  • Klaim bahwa Sesar Palu-Koro adalah sesar paling aktif di Indonesia, merupakan sesuatu yang tidak terbantahkan.
  • Klaim bahwa Sesar Palu-Koro adalah juga sesar paling aktif di dunia, masih perlu pembuktian yang lebih rinci.
  • Sesar Palu-Koro senantiasa menyimpan bahaya besar. Karenanya, keberadaan dan aktivitasnya yang sewaktu-waktu bisa menimbulkan gempabumi besar, senantiasa perlu dipantau dan diwaspadai dalam bentuk tindakan mitigasi bencana.

Daftar Pustaka

Penulis adalah Dosen Prodi Teknik Geofisika dan Kepala Laboratorium Palu-Koro, Jurusan Fisika dan Matematika Fakultas MIPA Universitas Tadulako, Palu

Pos terkait