BESUSU BARAT, MERCUSUAR — Ketua Yayasan Pendidikan Panca Bhakti (YPPB), Rendy Lamadjido menyebut, lebih dari 90 persen mahasiswa Universitas Abdul Aziz Lamadjido (Unazlam) menerima bantuan beasiswa pendidikan.
Hal itu disampaikan Rendy, saat memberikan sambutan pada wisuda sarjana dan pascasarjana angkatan VI Unazlam yang berlangsung di Hotel Aston Palu, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, YPPB yang menaungi Unazlam hadir dengan orientasi sosial untuk memperluas akses pendidikan masyarakat Sulawesi Tengah, bukan semata berfokus pada keuntungan institusi.
“Mahasiswa yang ada di Unazlam, hampir 97 persen adalah mahasiswa beasiswa. Mulai dari beasiswa KIP, Beasiswa Pemerintah Sulteng yaitu Berani Cerdas, dan beasiswa dari yayasan kami sendiri, Beasiswa Duafa,” ujar Rendy.
Ia mengatakan, sebagian besar mahasiswa Unazlam berasal dari desa hingga wilayah pelosok kepulauan di Sulawesi Tengah. Karena itu, pihak yayasan berupaya membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas, termasuk mendorong mahasiswa melanjutkan studi hingga jenjang pascasarjana.
Selain itu, Rendy juga mengungkapkan rencana pengembangan infrastruktur kampus, seiring meningkatnya jumlah mahasiswa setiap tahun. Saat ini, Unazlam disebut telah menyiapkan dua lahan untuk pembangunan kampus kedua dan ketiga.
Menurutnya, kampus kedua nantinya akan difokuskan untuk Fakultas Teknik dengan lima program studi, yakni teknik sipil, arsitektur, pertambangan, geodesi, dan planologi.
“Insya Allah tahun ini karena bertambahnya mahasiswa kami, maka kampus dua akan kami buka spesial untuk Fakultas Teknik,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rendy juga meminta para alumni tetap membangun komunikasi dengan kampus setelah menyelesaikan studi. Ia menyebut yayasan tidak hanya berupaya mencetak sarjana, tetapi juga membuka peluang kerja dan pengembangan usaha bagi lulusan.
“Kami juga membuka peluang-peluang usaha dan memberikan kesempatan kepada anak-anakku untuk bisa ditempatkan bekerja di manapun,” ujarnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan orang tua atas kepercayaan kepada Unazlam, sekaligus meminta maaf atas berbagai keterbatasan sarana dan prasarana kampus yang masih terus dikembangkan.
Tingginya angka mahasiswa penerima beasiswa menunjukkan kebutuhan akses pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah masih sangat besar, terutama bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah dan wilayah pinggiran. Namun tantangan berikutnya bukan hanya memperluas akses masuk perguruan tinggi, melainkan memastikan kualitas pendidikan, daya saing lulusan, dan kemampuan kampus membangun koneksi nyata dengan dunia kerja. Tanpa itu, ekspansi jumlah mahasiswa berisiko tidak sebanding dengan kualitas outcome lulusan di lapangan. AGUNG
90 Persen Mahasiswa Unazlam Terima Beasiswa






