Diikuti Mahasiswa Tiga Negara, UIN Datokarama Akan Gelar DISC

Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu akan menggelar program internasional bertajuk Datokarama International Short Course (DISC) 2026, yang diikuti mahasiswa dari tiga negara Asia Tenggara, yakni Thailand, Filipina, dan Malaysia. FOTO: DOK HUMAS UIN DK

LERE, MERCUSUAR — Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu akan menggelar program internasional bertajuk Datokarama International Short Course (DISC) 2026, yang diikuti mahasiswa dari tiga negara Asia Tenggara, yakni Thailand, Filipina, dan Malaysia.
Program International Student’s Short Course tersebut dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, mulai 11 hingga 17 Mei 2026 di Kampus UIN Datokarama Palu.
Kepala Pusat Hubungan Internasional Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Datokarama, Darlis mengatakan, DISC 2026 dirancang sebagai ruang pertukaran intelektual dan budaya bagi mahasiswa lintas negara.
“DISC 2026 dirancang sebagai wadah pertukaran intelektual dan budaya, di mana para peserta akan mendalami berbagai disiplin ilmu dengan sentuhan kearifan lokal yang menjadi ciri khas UIN Datokarama,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Selama kegiatan berlangsung, peserta akan mengikuti berbagai agenda akademik dan kultural, mulai dari perkuliahan tematik, diskusi mahasiswa, pembelajaran Bahasa Indonesia, pengenalan budaya dan kearifan lokal Sulawesi Tengah, hingga kunjungan akademik dan sosial.
Menurut Darlis, program tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan global mahasiswa, memperkuat pemahaman lintas budaya, sekaligus membangun jejaring akademik internasional.
Saat ini panitia DISC 2026 juga tengah melakukan pembekalan dan coaching bagi mahasiswa lokal yang akan terlibat dalam program tersebut. Pembekalan meliputi penguatan komunikasi bahasa Inggris, pengenalan budaya internasional, etika interaksi global, dan pemahaman mengenai visi internasionalisasi kampus.
“Melalui coaching ini, kami ingin memastikan mahasiswa lokal memiliki kesiapan mental, akademik, dan sosial untuk berinteraksi secara produktif dengan peserta internasional,” kata Darlis.
Ia menegaskan, DISC tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diarahkan sebagai ruang kolaborasi global yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan budaya dari berbagai negara.
Menurutnya, melalui program tersebut UIN Datokarama ingin memperkuat posisinya sebagai pusat diplomasi pendidikan dan budaya, sekaligus memperkenalkan nilai Islam moderat dan budaya lokal Indonesia kepada komunitas internasional.
Program seperti DISC menunjukkan bahwa internasionalisasi kampus tidak selalu harus dimulai dari skala besar seperti pembukaan cabang luar negeri atau perekrutan massal mahasiswa asing. Yang lebih penting adalah kemampuan kampus membangun ekosistem akademik yang benar-benar siap berinteraksi secara global — mulai dari kualitas bahasa, budaya riset, jejaring internasional, hingga kemampuan mahasiswa dan dosen memproduksi pengetahuan yang relevan di tingkat regional maupun internasional. */JEF

Pos terkait