Nurdin Halid Dorong Kewirausahaan sebagai Pilar Daya Saing

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Prof. Nurdin Halid, saat menyampaikan orasi ilmiah di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Jumat (11/9/2026). FOTO: KIRIMAN AMILUDDIN

TONDO, MERCUSUAR – Universitas Tadulako (Untad) menggelar orasi ilmiah yang menghadirkan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Prof. Nurdin Halid, sebagai pembicara.

Orasi ilmiah tersebut mengangkat tema “Kewirausahaan sebagai Pilar Inovasi, Kemandirian, dan Daya Saing Bangsa di Era Global”. Kegiatan dihadiri Rektor Untad Prof. Amar, jajaran wakil rektor, civitas akademika, serta ratusan mahasiswa.
Dalam paparannya, Nurdin Halid menekankan pentingnya memperkuat konsep kapitalisme rakyat dan peran negara sebagai bagian dari strategi menghadapi tekanan kapitalisme global.

Menurutnya, penguatan kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu menciptakan usaha, tetapi juga bagaimana negara membangun ekosistem yang memungkinkan masyarakat mengembangkan potensi ekonominya secara mandiri.

Ia mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih besar, dalam membangun pola pikir kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Pendidikan tinggi dinilai tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang siap mencari pekerjaan, tetapi juga perlu menyiapkan generasi yang mampu menciptakan peluang dan lapangan kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Nurdin juga melibatkan mahasiswa melalui sesi tanya jawab dengan memberikan sejumlah pertanyaan seputar kebangsaan, pemerintahan dan materi yang disampaikan dalam orasi. Mahasiswa yang mampu menjawab pertanyaan diberikan pilihan hadiah berupa beasiswa atau kesempatan menjalankan ibadah umrah.

Sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Untad menjadi penerima hadiah tersebut. Kavindra memperoleh kesempatan umrah setelah menjawab pertanyaan mengenai tiga Astacita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kesempatan serupa diberikan kepada Nur Afifah Nurrahma yang menjawab pertanyaan mengenai lima program utama pemerintahan Prabowo. Mahasiswa lainnya, Daven, juga mendapatkan hadiah umrah setelah menjawab pertanyaan terkait Pasal 33 ayat (1) UUD 1945.

Sementara itu, Rania Salsabila dari Fakultas Kedokteran mendapatkan hadiah setelah menjawab pertanyaan mengenai tugas anggota DPR RI, khususnya Komisi VI.

Sebelumnya, dua mahasiswa juga telah mendapatkan hadiah berupa beasiswa dalam sesi interaksi tersebut.
Rektor Untad, Prof. Amar mengatakan, tantangan dunia kerja saat ini menuntut mahasiswa memiliki keseimbangan antara kemampuan teknis atau hard skill dan kemampuan nonteknis atau soft skill.

“Kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan untuk mendorong kemandirian dan daya saing,” ujar Prof. Amar.
Menurutnya, penguatan kapasitas mahasiswa menjadi bagian penting dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi global.

Prof. Amar juga menilai, kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan potensi daerah. Sulawesi Tengah memiliki beragam sumber daya dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi keunggulan melalui penguasaan pengetahuan, kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan.

“Ini menjadi peluang sekaligus tanggung jawab perguruan tinggi untuk menyiapkan generasi muda yang mampu mengubah potensi Sulawesi Tengah menjadi keunggulan,” katanya. JEF

Pos terkait