LERE, MERCUSUAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah meminta lulusan UIN Datokarama Palu tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Pemprov Sulteng, Irwan, pada Wisuda Ke-47 UIN Datokarama Palu Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (12/9/2026).
Anwar mengatakan gelar akademik yang diperoleh para lulusan merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ijazah yang saudara-saudari terima bukan sekadar bukti keberhasilan akademik, tetapi merupakan amanah untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan daerah,” kata Anwar dalam sambutannya.
Ia meminta para alumni menjaga nama baik almamater dengan menjadi pribadi yang berintegritas, adaptif, dan mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan Sulawesi Tengah.
Menurut Anwar, tantangan lulusan perguruan tinggi semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, serta perubahan sosial dan ekonomi. Karena itu, kemampuan akademik perlu diimbangi kematangan spiritual, moral, dan kepedulian sosial.
“Sebagai lulusan perguruan tinggi keagamaan, saya berharap saudara-saudari mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan kematangan spiritual, moral, dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Pemprov Sulteng, lanjut Anwar, menempatkan UIN Datokarama sebagai salah satu mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia. Pembangunan daerah dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan SDM yang unggul dan berintegritas.
Ia berharap kerja sama pemerintah daerah dan perguruan tinggi terus diperkuat untuk menyiapkan generasi yang berdaya saing sekaligus tetap berpegang pada nilai agama dan kearifan lokal.






