TONDO, MERCUSUAR – Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., turun langsung melakukan verifikasi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) di Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala.
Verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian data dan dokumen persyaratan mahasiswa dengan kondisi ekonomi sebenarnya di lapangan agar bantuan pendidikan pemerintah tepat sasaran.
Prof. Amar menegaskan, penerima KIP Kuliah harus menjaga kepercayaan tersebut dengan mengikuti perkuliahan secara sungguh-sungguh, mempertahankan prestasi akademik, dan menyelesaikan studi tepat waktu.
“Kesempatan mendapatkan KIP Kuliah jangan disia-siakan. Manfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar, meningkatkan prestasi, dan menyelesaikan studi tepat waktu,” pesannya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 serta memenuhi ketentuan program. Bantuan dapat dihentikan apabila mahasiswa tidak lagi memenuhi persyaratan yang berlaku.
Selain itu, Prof. Amar meminta orang tua turut mengawasi aktivitas perkuliahan anak agar bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.
Salah satu penerima KIP Kuliah, Riskina, mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Untad, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Bantuan itu memberinya kesempatan melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Ia berharap dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan meraih gelar sarjana untuk membanggakan orang tuanya.
Dalam kegiatan tersebut, Rektor didampingi Ketua Dewan Profesor Prof. Dr. Ir. Fathurrahman, M.P., Sekretaris Senat M. Iqbal, S.T., M.T., serta sejumlah pejabat dan rombongan Untad lainnya. */JEF






