PALU, MERCUSUAR — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-V DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah (Sulteng), mengarah pada dukungan penuh kepada Anwar Hafid, untuk kembali memimpin partai tersebut secara aklamasi.
Mantan Bupati Morowali dua periode itu menjadi satu-satunya kandidat yang mengembalikan formulir pendaftaran calon Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng. Sementara dua kandidat lain yang sempat mengambil formular, tidak melanjutkan proses pencalonan karena dinilai tidak memenuhi syarat dukungan minimal lima DPC kabupaten dan kota.
Kader Partai Demokrat Sulteng, Andi Baso Opu menjelaskan, syarat pencalonan ketua DPD harus mendapat dukungan minimal lima suara DPC se-Sulteng.
“Sedangkan dua kandidat lainnya mungkin tidak memenuhi syarat itu sehingga mereka tidak mengembalikan formulir,” ujarnya di sela-sela Musda, Minggu (10/6/2026).
Andi Baso Opu yang juga mantan dosen Fakultas Hukum Untad menegaskan, mekanisme pemilihan ketua di internal Partai Demokrat tetap dilakukan melalui forum Musda dan bukan penunjukan langsung oleh DPP.
“Kalau soal aklamasi, nanti peserta Musda yang menentukan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan sikap Partai Demokrat yang menolak wacana pembatasan masa jabatan ketua umum partai maksimal dua periode, sebagaimana pernah diusulkan KPK pada April 2026. Menurutnya, pengaturan masa jabatan merupakan urusan internal partai yang sepenuhnya diatur melalui AD/ART.
Salah satu kandidat yang sebelumnya mengambil formulir, Ikbal Khan, mengakui dirinya tidak berhasil memperoleh dukungan minimal lima DPC, sehingga memilih tidak mengembalikan formulir pendaftaran.
Dengan kondisi tersebut, peluang Anwar Hafid kembali memimpin DPD Partai Demokrat Sulteng dinilai semakin terbuka lebar.
Menanggapi hal itu, Anwar Hafid menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada peserta Musda.
“Kalau peserta Musda masih menginginkan saya memimpin DPD Partai Demokrat Sulteng, sebagai kader saya siap,” ujarnya.
Sementara itu, mantan Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulteng, Talitti Paluge, berharap kepemimpinan partai ke depan tetap dibarengi dengan penyegaran struktur organisasi dan kaderisasi internal.
“Sekalipun pak Anwar Hafid tetap menjadi pilihan dan panutan kader dengan diberikan amanah sebagai ketua lima tahun ke depan, tetapi pada tingkat struktur kepengurusan perlu kaderisasi, jangan itu-itu saja terus,” katanya. UTM






