Trans Sulawesi Macet Akibat Longsor

POSO, MERCUSUAR – Arus lalu lintas di jalan Trans Sulawesi, tepatnya di ruas pendakian Kamporesa Desa Didiri Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso mengalami kemacetan total sepanjang kurang lebih 7 kilometer, Minggu (24/5/2026).

Kemacetan terjadi akibat longsoran material timbunan proyek perbaikan jalan, yang dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi.

Berdasarkan informasi di lapangan, gangguan arus lalu lintas mulai terjadi sekira pukul 04.00 WITA. Kondisi jalan yang licin dan berlumpur membuat kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan berat kesulitan melintas di lokasi tersebut.

Kapolsek Pamona Timur, IPTU Risman AM bersama dua personel Polsek Pamona Timur dan Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Poso turun langsung melakukan pengaturan arus lalu lintas. Upaya penguraian arus sempat membuahkan hasil dengan diberlakukannya sistem buka-tutup satu jalur pada pukul 09.00 WITA.

Namun, sekira pukul 09.45 WITA, hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut sehingga material timbunan kembali longsor ke badan jalan. Akibatnya, akses jalan tidak dapat dilalui dan antrean kendaraan terus memanjang hingga mencapai sekitar 7 kilometer.

Hingga sore hari, kondisi kemacetan masih terjadi karena cuaca belum membaik dan struktur tanah di lokasi masih labil. Sejumlah kendaraan besar dilaporkan terjebak antrean sehingga memperlambat proses penguraian arus lalu lintas.

Risman menjelaskan, faktor utama yang menghambat penanganan di lapangan adalah tingginya intensitas hujan serta keterbatasan alat berat di lokasi proyek.

“Kami sudah berupaya maksimal mengatur arus lalu lintas bersama Sat Lantas Polres Poso. Namun, longsoran susulan terjadi karena hujan deras menggerus material timbunan yang belum padat. Banyak kendaraan besar yang terjebak antrean sehingga proses penguraian menjadi lebih lambat. Kami telah berkoordinasi dengan pihak kontraktor pelaksana proyek, untuk segera menurunkan alat berat guna membersihkan material longsor,” ujar Risman.

Selain melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas, Polsek Pamona Timur juga menyampaikan beberapa rekomendasi dan imbauan kepada masyarakat. Di antaranya penambahan personel lalu lintas dari Sat Lantas Polres Poso di titik kemacetan, kesiapsiagaan alat berat oleh pihak kontraktor, serta imbauan kepada masyarakat untuk menunda perjalanan apabila kondisi hujan deras masih berlangsung.

Pengendara yang tetap melintas juga diminta untuk selalu berhati-hati, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta menjaga ketertiban selama proses pengaturan arus lalu lintas berlangsung.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami mohon pengertian dan kesabaran seluruh pengendara. Kami akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait serta kontraktor untuk normalisasi jalan secepatnya,” tutup Risman.

Jalur Trans Sulawesi di Desa Didiri merupakan akses utama bagi warga yang akan menuju daerah Morowali, Morowali Utara dan Sulawesi Selatan. Jalur ini tengah dalam pengerjaan untuk memperlebar ruas jalan. Namun intensitas curah hujan yang sering turun di wilayah itu, memperparah kondisi jalan yang sedang dalam tahap perbaikan. ULY

Pos terkait