PALU, MERCUSUAR – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengajak media massa untuk bersinergi, dalam meningkatkan awareness (kesadaran) masyarakat terkait pentingnya literasi keuangan.
Menurut Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Fuad Zaen, media berperan penting dalam edukasi literasi keuangan, terutama menyampaikan informasi akurat dan membangun opini publik. Ia menegaskan, kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan dibangun melalui informasi yang akurat.
“Kami mengajak rekan-rekan media untuk bersama-sama LPS melakukan edukasi kepada masyarakat. edukasi ini tidak hanya mengenai perekonomian secara makro, tetapi juga mengedukasi terkait dengan perlindungan dana nasabah di perbankan, termasuk kalau ada upaya-upaya oknum yang berusaha menjebol rekening kita,” tutur Fuad, pada LPS Media Meet Up Sulawesi Tengah 2026, di salah satu hotel di Palu, Senin (27/7/2026).
Ia juga menekankan, sinergi dan kolaborasi dengan media menjadi kunci dalam mendukung LPS dalam pelaksanaan tugasnya. Terutama, Kantor Perwakilan LPS III yang wilayah layanannya mencakup Sulawesi, Maluku, hingga Papua (Sulampua).
“Sesuai yang kami amati, bahasa media yang dicerna masyarakat memengaruhi opini. Tenang, panik atau bergeraknya masyarakat itu sesuai dengan yang beredar di media, sehingga kebijaksanaan termasuk pengetahuan kita di dalam menulis mengenai suatu isu menjadi penting,” tutur Fuad.
“Melalui kolaborasi, kita dapat menyampaikan informasi dengan kemasan yang mudah dipahami dan dapat menenangkan publik. Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai langkah awal untuk merajut sinergi yang berkelanjutan,” tandasnya.
Dalam LPS Media Meet Up yang diikuti belasan wartawan tersebut, turut hadir sebagai narasumber yakni Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Prayitno Amigoro dan Founder sekaligus konsultan Hannah Asa Indonesia, Mardiyah Wahis.
LPS merupakan lembaga independen yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). LPS memiliki fungsi menjamin simpanan nasabah perbankan, melaksanakan resolusi bank, turut aktif memelihara stabilitas sistem keuangan, serta akan menjalankan Program Penjaminan Polis mulai tahun 2028. IEA






