DONGGALA, MERCUSUAR – Tim dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Palu melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kelurahan Ganti Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala pada 13–14 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut.
Tim yang diketuai Ns. Taqwin, S.Kep, M.Kes tersebut mengintegrasikan edukasi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI), pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dan pelatihan pengukuran antropometri.
Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan, terdiri dari 10 kader kesehatan dan 10 ibu balita. Pelaksanaan kegiatan melibatkan tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palu. Turut mendukung, Pemerintah Kelurahan Ganti, Puskesmas Gonenggati, bidan, dan kader kesehatan setempat.
Mahasiswa berperan mendampingi peserta mulai dari tes awal dan akhir, demonstrasi MPASI, praktik pengukuran antropometri, hingga dokumentasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator.
Pengetahuan tentang MPASI pada kader meningkat dari 62,5 menjadi 92,0. Sementara pada ibu balita meningkat dari 45,0 menjadi 85,5. Pengetahuan STBM pada kader naik dari 70,0 menjadi 95,0 dan pada ibu balita dari 52,5 menjadi 87,5. Keterampilan pengukuran antropometri kader juga meningkat dari 65,0 menjadi 96,5.
Materi yang disampaikan mencakup waktu pemberian MPASI, keberagaman pangan, pemanfaatan bahan pangan lokal, sumber protein hewani, tekstur makanan sesuai usia, keamanan pangan, dan pemberian makan responsif.
Melalui pemicuan STBM, peserta diajak mengenali hubungan antara kondisi sanitasi, penyakit infeksi, dan pertumbuhan balita. Khusus bagi kader, diberikan pelatihan teknik penimbangan berat badan serta pengukuran panjang atau tinggi badan balita sesuai prosedur.
Lurah Ganti, Isbat Halaco menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut, yang enurutnya sangat bermanfaat, karena peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tetapi juga praktik langsung.
“Kami berharap materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam keluarga dan disampaikan kembali kepada masyarakat melalui kegiatan Posyandu,” kata Isbat.
Sementara Kepala Puskesmas Gonenggati, Ahmad menegaskan pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi. Aspek sanitasi, pencegahan penyakit infeksi, dan ketepatan pengukuran pertumbuhan juga harus diperhatikan.
“Data antropometri yang akurat membantu tenaga kesehatan mendeteksi masalah pertumbuhan dan menentukan tindak lanjut,” jelas Ahmad.
Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah kelurahan, puskesmas, kader, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan upaya pencegahan stunting di Kelurahan Ganti. */ULY







