BANGGAI, MERCUSUAR – Manajemen PT Panca Amara Utama (PAU) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk menghadirkan 30 mahasiswa, untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai.
Program bertajuk “Sinergi Bersama Duta Sangalu” tersebut secara resmi dibuka dalam kegiatan penyambutan, yang digelar Pemerintah Kecamatan Batui, di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Balantang, Senin (22/6/2026).
Hadir pada kesempatan itu, External Manager and Security PT PAU, Hermawan Adi, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Batui, Umar Syamsudin Abdul, perwakilan UGM, Dr. Kurniawan Prasetyo, Wakil Rektor III, Unismuh Luwuk, Dr. Kisman Kiranda, serta sejumlah Kepala Desa dan Lurah di Kecamatan Batui.
Dalam sambutannya, Hermawan Adi menyampaikan program KKN yang difasilitasi PT PAU telah memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Pada tahun ini, perusahaan berkolaborasi dengan UGM dan Unismuh Luwuk untuk menghadirkan mahasiswa yang akan mengabdi di wilayah lingkar perusahaan.
“Semoga melalui KKN-PPM ini, mahasiswa dapat menjadikan aktivitas ini sebagai wadah pengabdian untuk menerapkan ilmu secara langsung, sekaligus membantu percepatan pembangunan daerah,” ujar Hermawan.
Ia berharap, kehadiran para mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan pengembangan potensi desa selama masa pengabdian berlangsung.
Sementara itu, Plt. Camat Batui, Umar Syamsudin Abdul mengapresiasi PT PAU atas inisiatif menghadirkan mahasiswa dari perguruan tinggi ternama untuk melaksanakan KKN di wilayah Kecamatan Batui.
Menurut Umar, menghadirkan mahasiswa dari luar daerah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat bukanlah hal yang mudah. Namun, PT PAU berhasil mewujudkan hal tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan sumber daya manusia dan pengembangan masyarakat di daerah.
“Terima kasih PT PAU,” imbuhnya.
Sebanyak 30 mahasiswa akan menjalankan program KKN-PPM selama 50 hari. Mereka ditempatkan di empat wilayah, yakni Desa Uso, Desa Honbola, Kelurahan Lamo, dan Kelurahan Balantang. */TOP






