JAKARTA, MERCUSUAR – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga pada Rabu (23/4/2026), bertemu dengan Plh Direktur Utama (Dirut) Mars Ega Legowo, untuk membahas mendesaknya penambahan kuota BBM dan LPG Sulteng. Pertemuan penting ini bertujuan mengatasi kekurangan pasokan BBM dan LPG yang saat ini masih terjadi di provinsi tersebut.
Pertemuan antara Gubernur Anwar Hafid dan Mars Ega Legowo berlangsung sekitar satu jam di kantor Pertamina Patra Niaga, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Suasana diskusi dilaporkan berlangsung akrab dan hangat, menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam mencari solusi terkait penambahan kuota BBM dan LPG Sulteng. Gubernur Anwar Hafid didampingi oleh Abdul Rachman Thaha, anggota DPD RI periode 2019-2024 dari dapil Sulteng, dalam kunjungan tersebut.
Dua poin utama menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut. Pertama, Gubernur Anwar Hafid secara khusus meminta Pertamina untuk menambah kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi Sulawesi Tengah. Permintaan ini muncul karena masih seringnya terjadi antrean panjang pengguna kendaraan akibat stok BBM yang belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Kondisi ini mendesak penambahan kuota BBM dan LPG Sulteng agar tidak menghambat aktivitas ekonomi dan sosial.
Kedua, Gubernur Sulteng juga menekankan perlunya penambahan kuota BBM dan LPG Sulteng, khususnya untuk Liquid Petroleum Gas (LPG). Menurut Anwar Hafid, kuota LPG yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan populasi dan perkembangan ekonomi di Sulteng. Adanya penambahan kuota BBM dan LPG Sulteng diharapkan dapat menstabilkan harga dan ketersediaan di pasar.
Kurangnya pasokan BBM dan LPG ini disebabkan oleh pesatnya perkembangan Sulawesi Tengah sebagai salah satu provinsi tujuan investasi di Indonesia. Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang signifikan telah memicu peningkatan kebutuhan akan LPG, baik subsidi maupun non-subsidi. Demikian pula, jumlah kunjungan ke Sulteng sebagai daerah investasi yang terus bertambah ikut mempengaruhi peningkatan kebutuhan BBM, sehingga penambahan kuota BBM dan LPG Sulteng menjadi krusial.
Mars Ega Legowo, Plh Dirut Pertamina Patra Niaga, menyambut positif permintaan Gubernur Anwar Hafid tersebut. Ia meminta Pemerintah Provinsi Sulteng untuk segera mengajukan permintaan tertulis agar dapat ditindaklanjuti. Untuk penambahan kuota BBM, Pemprov Sulteng diminta untuk mengirimkan surat resmi kepada Kementerian ESDM, karena penambahan kuota BBM daerah merupakan kewenangan kementerian tersebut.
“Untuk kuota BBM, Kementerian ESDM yang putuskan,” kata Mars Ega Legowo, seraya menambahkan bahwa urusan kuota LPG cukup diatur oleh Pertamina Patra Niaga. Ia juga menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Gubernur Anwar Hafid dan mendoakan agar Sulawesi Tengah semakin maju dan berkembang di masa mendatang.TIN






