BANGGAI KEPULAUAN, MERCUSUAR – PT PLN (Persero) menghadirkan dukungan infrastruktur wisata ramah lingkungan di kawasan Danau Paisupok, Desa Luk Panenteng, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, bantuan tersebut diarahkan untuk meningkatkan fasilitas wisata sekaligus mendorong pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK) masyarakat setempat.
Dukungan yang direalisasikan melalui PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo dan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Luwuk itu mencakup pembangunan dua unit penanda masuk atau identitas desa, dua unit gerbang kawasan wisata, satu paket jalan titian, serta dua set lampu hias.
Selain infrastruktur tersebut, PLN menyediakan satu paket Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU), satu unit fasilitas ticketing, dan satu unit perahu listrik sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan energi bersih di kawasan wisata. Untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, bantuan juga mencakup pembangunan satu unit kios kuliner bagi pelaku usaha lokal.
Tidak hanya pembangunan fisik, program ini turut disertai pelatihan pemeliharaan dan pengelolaan kawasan wisata. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merawat fasilitas sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada wisatawan.
Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Luk Panenteng, Butros, mengatakan bantuan tersebut membantu menjawab keterbatasan infrastruktur yang selama ini menjadi kendala dalam pengelolaan wisata Danau Paisupok.
Menurutnya, Paisupok memiliki potensi alam yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata desa. Kejernihan air dan lingkungan sekitarnya yang masih asri menjadi daya tarik bagi wisatawan. Namun, potensi tersebut perlu didukung sarana dan prasarana yang memadai agar pelayanan kepada pengunjung dapat berjalan optimal.
Sebelum mendapatkan bantuan PLN, keterbatasan infrastruktur membuat pengelola belum dapat memberikan pelayanan secara maksimal kepada wisatawan.
“Kami masih memiliki keterbatasan infrastruktur sehingga pelayanan belum maksimal. Dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu, terutama dalam melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk pengelolaan wisata,” ujar Butros.
Manfaat program tersebut juga dirasakan pelaku usaha lokal. John, salah seorang pemilik kios kuliner di kawasan wisata Paisupok, mengaku keberadaan kios tersebut memberikan kemudahan untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan pendapatan.
Menurutnya, kondisi kios yang lebih baik membuat aktivitas berjualan menjadi lebih nyaman. Ramainya kunjungan wisatawan juga memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memperoleh tambahan penghasilan.
“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya kios kuliner ini. Kami bisa meningkatkan pendapatan karena banyak pengunjung yang datang membeli. Kondisi kiosnya juga sangat bagus,” kata John.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai Kepulauan, Muhammad Wahyudi, turut menyampaikan apresiasi kepada PLN atas dukungan melalui program TJSL tersebut.
Ia menilai bantuan infrastruktur dan fasilitas pendukung wisata dapat membantu pemerintah daerah dalam membenahi destinasi wisata sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan Paisupok.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan melalui dana TJSL PLN. Dengan adanya bantuan ini, kebutuhan fasilitas di kawasan pariwisata dapat terbantu,” ujarnya.
Pengembangan Danau Paisupok menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan. Kawasan Luk Panenteng telah masuk dalam perencanaan pengembangan kawasan strategis pariwisata sejak 2019. Pengembangannya mencakup empat titik, yakni Danau Paisupok, Pantai Poganda, kawasan dermaga, dan Pantai Ombuli.
Potensi pariwisata kawasan tersebut juga terlihat dari perkembangan jumlah kunjungan wisatawan. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai Kepulauan, jumlah kunjungan ke Danau Paisupok dan Pantai Poganda mencapai 20.555 orang pada 2022. Angka tersebut meningkat menjadi 49.696 orang pada 2023.
Sementara itu, pada Januari hingga September 2024, jumlah kunjungan tercatat sebanyak 51.669 orang. Peningkatan tersebut menunjukkan besarnya daya tarik kawasan wisata Luk Panenteng sekaligus peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
General Manager PT PLN (Persero) UID Suluttenggo, Wahyu Prasetyo, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, PLN tidak hanya berperan dalam penyediaan tenaga listrik, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan dan pembangunan berkelanjutan.
“Melalui momentum Hari Listrik Nasional ke-81 ini, PLN merealisasikan dukungan pengembangan kawasan wisata di Desa Luk Panenteng. Kami berharap bantuan ini dapat menjawab kebutuhan sarana dan prasarana sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi ramah lingkungan seperti perahu listrik dan SPLU untuk mendukung pariwisata hijau,” kata Wahyu.
Ia berharap fasilitas yang telah diberikan dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Dengan demikian, Desa Luk Panenteng diharapkan dapat berkembang menjadi percontohan desa wisata berbasis energi bersih di Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, mengatakan program TJSL tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Melalui pelatihan yang diberikan, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan untuk mengelola fasilitas dan kawasan wisata secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, PLN berharap pengembangan Danau Paisupok dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga Desa Luk Panenteng.TIN






