PALU, MERCUSUAR – Ajang pencarian bakat menyanyi Equistar 2026 memasuki babak grand final yang akan digelar pada 13 Juni 2026. Sebanyak 12 finalis dari Kota Palu dan sejumlah kabupaten di Sulawesi Tengah akan bersaing memperebutkan gelar juara.
Ketua DPD Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Sulawesi Tengah, Umaryadi Tangkilisan atau Adi Tangki, menjelaskan proses seleksi telah berlangsung sejak April 2026 secara daring. Dari sekitar 100 peserta yang mendaftar, tersaring 23 peserta sebelum akhirnya terpilih 12 finalis, termasuk empat peserta asal Kabupaten Parigi Moutong.
“Para finalis saat ini menjalani masa karantina dan mendapatkan pembekalan teknik vokal serta penguatan mental dari pelatih dan motivator,” kata Adi Tangki dalam konferensi pers di Kota Palu, Kamis (11/6/2026).
Pada malam grand final, panitia akan memilih juara I, II, III serta satu juara favorit pilihan publik. Para pemenang berpeluang memperoleh kontrak dengan produser musik untuk pengembangan karier profesional.
Menurut Adi Tangki, penilaian tidak hanya didasarkan pada kemampuan vokal, tetapi juga mempertimbangkan sikap, mental, dan kesiapan para finalis untuk berkarier di industri musik.
“Kami ingin melahirkan talenta muda daerah yang mampu bersaing di industri musik nasional dan memiliki kemampuan untuk bertahan dalam persaingan,” ujarnya. Melalui Equistar 2026, PAPPRI Sulteng berharap dapat mencetak penyanyi berbakat yang tidak hanya memiliki kualitas vokal, tetapi juga karakter dan mental yang kuat untuk mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. MBH






