HUT ke-58, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk 50 Pelajar

Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-58, PT Vale Indonesia Tbk meluncurkan Kelas Konservasi, program pengembangan kapasitas bagi 50 pelajar SMA/sederajat dari wilayah pemberdayaan di Kabupaten Luwu Timur.FOTO : PT VALE INDONESIA

SOROWAKO, MERCUSUAR – Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-58, PT Vale Indonesia Tbk meluncurkan Kelas Konservasi, program pengembangan kapasitas bagi 50 pelajar SMA/sederajat dari wilayah pemberdayaan di Kabupaten Luwu Timur.

Program yang diluncurkan di Kawasan Agrowisata Nanas Pondata, Kecamatan Wasuponda, Kamis (24/7), ini dirancang untuk membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mampu menjadi penggerak keberlanjutan di daerahnya.

Kelas Konservasi mengintegrasikan pembelajaran tentang konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, rehabilitasi ekosistem, pengelolaan sampah berbasis ekosistem, hingga praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Peserta juga akan dibekali keterampilan kepemimpinan, komunikasi, kepenulisan, serta penyusunan proyek sosial sebagai bekal menginisiasi aksi nyata di masyarakat.

Chief Sustainability & Corporate Affairs PT Vale Indonesia, Budiawansyah, mengatakan tantangan keberlanjutan saat ini tidak cukup dijawab melalui inovasi teknologi maupun kepatuhan terhadap regulasi. Menurutnya, dibutuhkan generasi yang memiliki kesadaran, kepedulian, dan keberanian untuk menjadi agen perubahan.

“Output dari kegiatan ini adalah para siswa dapat menjadi duta lingkungan yang mandiri. Mereka tidak hanya belajar secara normatif di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Kami berharap mereka mampu menjadi teladan, melahirkan gagasan, dan menginspirasi masyarakat maupun teman-teman sebayanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kelas Konservasi diharapkan menjadi investasi sosial jangka panjang yang melahirkan budaya konservasi di tengah masyarakat.

“Harapan kami sederhana, program ini menjadi sebuah legacy. Kepedulian terhadap konservasi harus dibangun sejak dini hingga menjadi bagian dari karakter. Masa remaja merupakan periode yang penuh kreativitas dan semangat, sehingga kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk belajar, berkreasi, dan berkontribusi bagi lingkungan mulai sekarang,” katanya.

Program ini akan berlangsung selama empat bulan, mulai Juli hingga Oktober 2026, melalui kombinasi pembelajaran daring dan luring. Peserta akan mengikuti orientasi, kelas tematik, kunjungan lapangan, penyusunan mini project, pelatihan kepenulisan, hingga seminar akhir untuk mempresentasikan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan lingkungan.

Proses pembelajaran melibatkan akademisi, praktisi, dan para ahli internal PT Vale guna memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konservasi dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus mendorong kolaborasi dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Tabarano, Rimal Manukallo, mengapresiasi peluncuran program tersebut. Menurutnya, Kelas Konservasi menjadi ruang belajar yang relevan bagi generasi muda untuk meningkatkan wawasan sekaligus terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Program seperti ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk belajar langsung tentang lingkungan dan konservasi. Harapannya, mereka dapat menjadi pelopor yang membawa perubahan positif di masyarakat, khususnya di Luwu Timur,” ujarnya.

Melalui Kelas Konservasi, PT Vale menegaskan komitmennya bahwa investasi keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab, tetapi juga melalui pembangunan sumber daya manusia yang mampu melanjutkan upaya tersebut.

Program ini juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dengan harapan melahirkan generasi muda yang mampu menjadi duta lingkungan, menginisiasi aksi konservasi, memperkuat kolaborasi di tingkat komunitas, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di Luwu Timur.TIN

Pos terkait