PALU, MERCUSUAR — Sebanyak 70 peserta Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) resmi mengucapkan Sumpah Insinyur Jalur RPL Angkatan 11 dan Reguler Angkatan 3, Rabu (19/8/2026).
Wakil Rektor I Untad Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Andi Rusdin, menegaskan gelar Insinyur bukan sekadar simbol akademik, tetapi melekat dengan tanggung jawab profesional, etika, dan kontribusi kepada masyarakat. Ia berharap para lulusan mampu menjaga kualifikasi dan kualitas sebagai insinyur.
Dekan Fakultas Teknik Untad, Ir. Andi Arham Adam, S.T., M.Sc.(Eng)., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., mengatakan PSPPI Untad terus diarahkan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan.
Pihaknya menargetkan jumlah mahasiswa PSPPI mencapai 100 orang guna mendukung target akreditasi unggul sekaligus meningkatkan citra Untad dan alumninya agar mampu sejajar dengan perguruan tinggi lain di Indonesia.
Sementara itu, Ketua PSPPI Untad, Dr. Arief Setiawan, S.T., M.T., mengatakan sumpah insinyur bukan sekadar akhir pendidikan, tetapi menjadi awal tanggung jawab profesional dalam menjunjung etika keinsinyuran, keselamatan publik, dan kontribusi kepada masyarakat.
Sejak berdiri pada 2020, PSPPI Untad telah meluluskan 805 insinyur. Arief mengatakan kebutuhan insinyur di Indonesia masih besar. Jumlah insinyur Indonesia sekitar 2.671 orang per satu juta penduduk, sementara kebutuhan nasional diperkirakan mencapai 100.000 hingga 110.000 insinyur setiap tahun pada 2025–2035.
Karena itu, ia mendorong lulusan terus meningkatkan kompetensi, mengikuti perkembangan teknologi, dan aktif dalam pengembangan profesi keinsinyuran.
Praktik keinsinyuran yang baik dinilai penting untuk mendukung kualitas dan keamanan infrastruktur, efisiensi anggaran, pembangunan berkelanjutan, serta daya saing daerah.
Arief menegaskan, pendidikan insinyur tidak berhenti pada pengucapan sumpah. Para lulusan dituntut terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi serta menjaga integritas profesi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Plt. Ketua Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Sulawesi Tengah, Ir. Gufran Ahmad, S.T., M.T., IPM., yang juga mantan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Teknik Untad, turut mendorong para lulusan bergabung dengan PII Sulteng.
Keikutsertaan dalam organisasi profesi dinilai penting untuk memperluas jejaring sekaligus memperkuat ketersediaan insinyur dalam mendukung pembangunan daerah.
PSPPI Untad juga menyiapkan RPL Angkatan 13 yang akan memulai pembelajaran pada Januari 2027. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui link: https://bit.ly/PSPPI-RPL13. JEF







