Festival 1000 Baki Salama, Tradisi Syukuran Masyarakat Kaili

Warga menyantap makanan yang disajikan saat festival 1000 Baki Salama di Talise Valangguni, Palu, Jumat (6/11/2026). FOTO: MUHAMMAD RIFKI/MS

TALISE VALANGGUNI, MERCUSUAR – Festival 1000 Baki Salama Valangguni digelar di Huntap Kelurahan Talise Valangguni, Palu, Jumat (6/11/2026) malam. Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kaili.

Festival menjadi salah satu rangkaikan peringatan Hari Jadi Kelurahan Talise Valangguni ke-12. Ketua Panitia Festival 1000 Baki Salama Valangguni, Ilham S Tomuntina, mengatakan kegiatan awalnya merupakan acara syukuran masyarakat atau dikenal dengan istilah Molabe.

Namun, panitia kemudian mengemas tradisi tersebut dalam bentuk festival dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas. Menurut Ilham, tujuan utama kegiatan tersebut adalah menyatukan masyarakat dalam suasana kebersamaan.
“Tujuan utamanya hanya ingin menyatukan masyarakat dalam satu kebersamaan. Tidak ada tujuan lain di luar itu,” kata Ilham.

Ia menjelaskan, tradisi Baki Salama merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat Kaili. Dalam pelaksanaannya, masyarakat menyiapkan baki berisi berbagai macam makanan tradisional yang kemudian diniatkan untuk disedekahkan dan dinikmati bersama.

Tradisi tersebut menjadi simbol kepedulian, kebersamaan, dan silaturahmi antarmasyarakat.

Ilham mengungkapkan, pelaksanaan festival tahun ini merupakan kali ketiga sejak kegiatan tersebut dikemas dengan menghadirkan ribuan baki. Sebelumnya, kegiatan hanya dilaksanakan sebagai acara syukuran biasa. Pada pelaksanaan tahun ini, panitia berhasil mengumpulkan lebih dari 1.200 baki.

“Seluruh bahan makanan disiapkan secara swadaya oleh masyarakat. Ada satu rumah tangga yang membawa satu baki, ada juga dua rumah tangga yang bergabung menyiapkan satu baki,” jelasnya. IKI

Pos terkait