Untad Wisuda 1.300 Lulusan, Rektor Pesan Alumni Jaga Nama Baik Almamater

PALU, MERCUSUAR — Universitas Tadulako (Untad) mewisuda 1.300 lulusan dalam Wisuda ke-137 Tahun 2026, Kamis (13/8/2026). Wisuda ini merupakan agenda yang semestinya dilaksanakan pada Juni 2026, tetapi harus ditunda akibat gempa bumi yang melanda Palu dan sekitarnya pada 16 Juni 2026. Gempa tersebut mengakibatkan kerusakan pada gedung Auditorium Untad sehingga pelaksanaan wisuda harus dijadwalkan kembali.

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., dalam pesan almamaternya kepada para wisudawan mengatakan, pendidikan sejati bukan semata-mata tentang pengetahuan yang diperoleh, tetapi juga tentang dampak positif yang diberikan melalui ilmu tersebut.

Karena itu, ia mengingatkan para lulusan agar tetap menjaga sikap dan perilaku ketika kembali ke tengah masyarakat, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Untad yang berdampak melalui para alumninya.

“Ketika saudara meninggalkan kampus ini nanti, jangan anggap bahwa perjalanan saudara sudah selesai. Hari ini bukan akhir, hari ini adalah saat yang menanti. Pergilah, belajarlah, berkaryalah, hadapilah dunia, bangunlah sesuatu yang lebih baik. Ke mana pun saudara melangkah, bawalah nama baik Untad,” pesannya.

Menurut rektor, kelulusan dari perguruan tinggi bukan menjadi penanda berakhirnya proses belajar, melainkan awal bagi para alumni untuk mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di kampus.

Dalam wisuda tersebut, pihak rektorat juga memberikan apresiasi kepada para wisudawan terbaik, baik pada tingkat universitas maupun fakultas.

Untuk tingkat universitas, predikat wisudawan terbaik diraih Krisna dari Program Studi Ilmu Hukum dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96. Krisna menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 6 bulan 11 hari.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Dr. Rusmadi mengatakan, wisuda bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan titik awal perjalanan bagi para lulusan untuk memberikan perubahan dan turut mendukung percepatan pembangunan daerah.

Ia mengatakan, Sulteng saat ini sedang bergerak menuju transformasi ekonomi yang lebih besar. Daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, industri, hingga ekonomi kreatif.

“Namun, semua potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal, apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, saudara-saudara adalah bagian penting dari masa depan Sulteng,” jelasnya.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulteng melalui berbagai program pembangunan, termasuk sembilan program Gerakan Pembangunan Berani, terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi generasi muda untuk berkembang.

Karena itu, ia berharap lulusan Untad tidak hanya berorientasi untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) atau pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Saya ingin para lulusan universitas tidak hanya menjadi pencari kerja. Saya ingin saudara menjadi pencipta lapangan kerja. Jangan takut membangun usaha dari kecil. Jangan takut kembali ke desa. Jangan merasa bahwa keberhasilan hanya bisa dicapai apabila bekerja di kota besar,” ujarnya.

Ia juga mendorong semakin banyak generasi muda Sulteng untuk kembali dan membangun daerahnya.

“Justru saya berharap semakin banyak anak-anak muda Sulteng yang pulang dan membangun daerahnya dan jadilah bagian dari perubahan Sulteng,” katanya. JEF

Pos terkait